Teropong Bisnis | Homepage
Jangan Ragu untuk Berinvestasi Emas

Jangan Ragu untuk Berinvestasi Emas

0 Comments 🕔17.Nov 2013

Emas merupakan logam mulia paling populer di Indonesia. Tidak heran jika komoditas ini memiliki volume dengan transaksi tertinggi di beberapa pialang emas. Di sisi lain, masih banyak pula komoditas lain dengan peluang yang menarik dalam perdagangan bursa komoditas atau PBK dan bursa berjangka. produk-produk non finansial tersebut antara lain olein, cacao serta timah.

Sebagai contoh, tercatat ada PT. Jalatama Artha Berjangka atau JAB. Perusahaan ini merupakan salah satu pialang resmi di Indonesia. Lebih lanjut, Perusahaan ini juga memiliki volume perdagangan emas cukup tinggi pada catatan Bursa Berjangka Jakarta atau BBJ. Jacob Ongkowidjojo selaku Direktur Utama JAB menyatakan bahwa volume perdagangan emas yang tinggi tersebut dikarenakan

JAB menyediakan 2 sistem penjualan. Dalam hal ini, mereka menerapkan penjualan bilateral dan multirateral. Selain itu, Jacob juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat familiar dengan emas ketimbang komoditas lainnya. Di BBJ sendiri emas diperdagangkan dengan 3 satuan yang berbeda.

Anda bisa membeli emas batangan dengan satuan 1 kilogram per lot, 250 gram per lot dan 100 gram per lot. Karena satuan berat inilah, emas menduduki peringka teratas sistem perdagangan bilateral. Penawaran kontrak yang disediakan adalah kontrak Loco London Gold atau Loco. Setelah emas batangan di posisi pertama, ada kontrak Forex atau Foreign Exchange di posisi kedua sistem perdagangan bilateral.

Forex bersaing sangat ketat dengan valuta asing dan indeks saham. Jacob mengatakan bahwa kondisi persaingan ketat antara Forex, valuta asing dan indeks saham sangat dipengaruhi oleh faktor riil. Ketika saham sangat bergejolak maka pasar akan memainkan produk atau bursa yang bergerak seperti Forex.

Di pihak lain, emas batangan relatif konstan di posisi teratas. Hal ini sangat berkaitan dengan karakteristik emas sebagai objek investasi. Untuk sistem perdagangan multilateral, JAB masih didominasi oleh komoditas olein. Komuditas ini merupakan produk turunan crude palm oil atau CPO. Jacob juga memiliki alasan mengapa emas tidak terlalu besar pada perdagangan multilateral.

Menurutnya, ini karena satuan emas yang besar. Sebagai akibatnya, emas tidak akan bisa dipasarkan secara retail. Namun, peringkat emas tidak masih sangat bagus, Emas menduduki posisi kedua pada sistem perdagangan multilateral disusul dengan cacao di peringkat ketiga. Memang, Jacob mengakui bahwa porsi perdagangan multilateral masih 10% saja dari keseluruhan transaksi per bulan yang sudah mencapai 15.000 lot.

Saat ini, JAB dan BBJ sedang menrencanakan spesifikasi yang lebih kecil khususnya untuk komoditas emas batangan. Rencananya aka nada 5 gram per lot, 10 gram per lot dan 25 gram per lot. Mereka berhadap dengan adanya spesifikasi yang lebih kecil, maka akan ada keseimbangan antara sistem perdagangan emas multilateral dan bilateral. Setidaknya, produk juga akan lebih marketable.

 

Similar Articles

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah 0

Salah satu roda penggerak perekonomian sebuah negara adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Bila UKM di

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir 0

Berlakunya MEA sebentar lagi mendatangkan peluang besar untuk para pelaku usaha dalam negeri untuk mengembangkan

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat 0

Iklan dan promosi merupakan hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda maju. Namun, seringkali pelaku

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis 0

Bagaimana rasanya jika Anda harus melepaskan sebuah jabatan penting? Misalnya, Anda ingin memulai bisnis dan harus melepas

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa 0

Meminta kenaikan gaji merupakan hak setiap karyawan yang bekerja di setiap perusahaan. Apalagi, bila mereka telah menunjukkan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *