Teropong Bisnis | Homepage
Investasi di Sektor Kehutanan JUN

Investasi di Sektor Kehutanan JUN

0 Comments 🕔27.Oct 2013

Mungkin sebagian dari Anda mengira bahwa investasi di sektor kehutanan membutuhkan modal yang besar. Nyatanya, investasi di sektor ini tidak selalu membutuhkan modal yang sangat besar. Jika Anda adalah salah satu orang yang tertarik untuk berinvestasi pada sektor ini, maka cukup siapkan dana sekitar Rp. 7.500.000 saja. Mungkin, Anda belum percaya dengan informasi ini tapi hal ini terbukti dari adanya 1500 investor.

Para investor tersebut menggeluti investasi usaha tani jati unggul. Pola yang diterapkan pada investasi di sektor kehutanan ini adalah pola bagi hasil. Investasi ini sendiri sudah dijalankan sejak tahun 2007 dengan ribuan investor. Secara detail, mereka menginvestasikan uang pada 946.355 pohon tanaman Jati Utama Nasional atau JUN.

Pohon jati ini berbeda dari pohon jati pada umumnya khususnya pada jangka waktu masa panennya. Masa panen jati pada umumnya sangat panjang yaitu sekitar 10 tahun bahkan hingga 50 tahun sedangkan untuk JUN masa panennya hanya sekitar 5 tahun saja. Hal ini diungkapkan oleh Hariyono Soeroso selaku Direktur Utama Usaha Bagi Hasil Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara atau disingkat UBH-KPWN. Selain itu, cara investasi di sektor kehutanan dengan produk JUN ini sangat mudah.

Proses ini melibatkan 5 pihak yaitu pihak investor, pemilik lahan, pihak petani, kepala desa, dan KPWN sebagai tenaga profesional. Pihak investor bisa berinvestasi minimal 100 pohon dengan harga 1 pohon JUN Rp. 70.000 atau Rp. 75.000 sehingga total investasinya adalah Rp. 7.000.000. Investasi ini berlangsung selama 5 tahun. Jatah investor sendiri sebanyak 40% dari jumlah pohon yang sudah dipanen.

Contohnya, pada tahun 2012 lalu keuntungan yang didapat oleh investor sekitar 30% per tahunnya. 10% dari nilai JUN yang ditanam akan diserahkan pada pihak pemilik lahan. Sedangkan, pihak petani mendapatkan 25% dari hasil tanaman plus upah. Dalam bentuk rupiah, upah petani penggarap sekitar Rp. 14.000 per pohon dan berlaku selama 4 tahun dan dibayarkan secara bertahap.

Pemilik lahan juga diperbolehkan untuk menjadi petani penggarap dengan hasil 35% dari hasil tanam. Ada pula pihak kepala desa yang diberikan hasil 10% dari hasil panen. Hal ini karena kepala desa bertugas untuk mengawasi keabsahan lahan. Kepala desa akan mendapatkan sekitar Rp. 500 per pohon per tahunnya dan diberikan pada hari raya.

15% lagi diserahkan kepada pihak KPWN yang merupakan tenaga profesional. Tugas KPWN adalah mengembangkan bibit dan memasarkan panen jati tersebut. Jenis investasi sektor kehutanan ini berawal dari keprihatinan karena lahan di pedesaan banyak yang terlantar dan tidak dikelola dengan benar.

Sebaliknya, di kota banyak sekali masyarakat yang memiliki dana namun kebingungan untuk memanfaatkan dana yang ada. Bagi hasil keuntungan sudah terbukti efektif sehingga investasi berjalan tanpa hambatan yang berarti. Tentunya, semua pihak terikat dengan hukum terkait persoalan administrasi.

Similar Articles

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah 0

Salah satu roda penggerak perekonomian sebuah negara adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Bila UKM di

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir 0

Berlakunya MEA sebentar lagi mendatangkan peluang besar untuk para pelaku usaha dalam negeri untuk mengembangkan

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat 0

Iklan dan promosi merupakan hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda maju. Namun, seringkali pelaku

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis 0

Bagaimana rasanya jika Anda harus melepaskan sebuah jabatan penting? Misalnya, Anda ingin memulai bisnis dan harus melepas

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa 0

Meminta kenaikan gaji merupakan hak setiap karyawan yang bekerja di setiap perusahaan. Apalagi, bila mereka telah menunjukkan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *