Teropong Bisnis | Homepage
4 Rahasia Memulai Usaha untuk Karyawan

4 Rahasia Memulai Usaha untuk Karyawan

🕔06.Nov 2013

Apakah Anda sudah bosan menjadi karyawan? Mungkin Anda ingin merubah hidup Anda dan ingin keluar dari rutinitas membosankan seorang pegawai kantoran. Bila hal ini yang ada didalam pikiran Anda, Anda bisa mencoba memulai sebuah usaha.

Akan tetapi, jangan langsung mengambil keputusan untuk keluar dan tidak menjadi karyawan saat anda ingin memulai usaha. Anda perlu memikirkan keputusan ini. Pekerjaan anda saat ini dapat menjadi cadangan saat usaha anda gagal. Anda harus tahu, dunia bisnis adalah dunia yang kejam dengan persaingan yang begitu sengit.

Sekarang, bila anda ingin memulai usaha, Valentino Dinsi dengan bukunya “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian” memberikan beberapa saran untuk Anda.

  1. Cuti

Anda perlu mengambil cuti di luar tanggungan perusahaan untuk mempersiapkan bisnis Anda. Ambil 6 bulan sampai 2 tahun untuk mempersiapkan semuanya, seperti mental dan finansial.

Saat mengambil cuti, bisnis Anda harus sudah mulai berjalan. Jadi, bila bisnis Anda gagal, Anda masih mempunyai pekerjaan Anda dulu. Dan, Anda juga dapat mempersiapkan bisnis Anda kembali.

  1. Siapkan Manajemen

Untuk mempermudah, Anda dapat menyerahkan bisnis yang anda mulai pada kerabat terdekat Anda. Tapi, untuk masalah keuangan, Anda perlu mengendalikannya sendiri.

  1. Siapkan Dana untuk Kebutuhan Hidup

Saat menjalankan bisnis, Anda perlu menyiapkan uang untuk kebutuhan hidup Anda. Contohnya, bila Anda membutuhkan 5 juta per bulan, maka Anda perlu menyediakan 60 juta untuk 1 tahun. Dan, belum tentu dalam 1 tahun ini, bisnis Anda akan menghasilkan keuntungan atau bahkan balik modal. Persiapan uang ini akan menjadi jaring pengaman Anda, seperti yang diutarakan Rangga Umara, pemilik “Pecel Lele Lela” dalam bukunya Dreambook.

  1. Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan sangat penting dalam memulai usaha dan menjalankan bisnis anda. Anda bisa mendapatkannya dari banyak sumber, seperti seminar, komunitas wirausaha seperti Tangan di Atar atau enterpreneur University.

Dengan bergabung dalam kelompok-kelompok seperti diatas, maka Anda tidak hanya mendapatkan informasi. Anda juga mendapatkan pengaruh positif dari sesama pengusaha.

Sekarang pertanyaannya, kapan Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda untuk menjalankan bisnis Anda? Anda dapat mempertimbangkan untuk keluar dari pekerjaan Anda, setelah gaji yang Anda dapat dari bisnis Anda sama dengan gaji dari kantor. Contohnya, bila Anda bekerja 160 jam sebulan dengan gaji Rp. 2 juta, dan dari bisnis Anda, Anda mendapatkan penghasilan 2 kali dari pekerjaan Anda, Anda bisa keluar dari pekerjaan anda.

Pepatah Arab “man jadda wa jadda” yang artinya siapa bersungguh-sungguh akan berhasil, dapat Anda pegang untuk menjalankan dan memulai usaha Anda.

Valentino juga mengatakan bahwa pebisnis bukanlah seorang penjudi atau risk avoider (orang yang menghindari resiko). Tetapi, pebisnis berani mengambil resiko dan juga memperhitungkan resiko.

Similar Articles

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah 0

Salah satu roda penggerak perekonomian sebuah negara adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Bila UKM di

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir 0

Berlakunya MEA sebentar lagi mendatangkan peluang besar untuk para pelaku usaha dalam negeri untuk mengembangkan

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat 0

Iklan dan promosi merupakan hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda maju. Namun, seringkali pelaku

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis 0

Bagaimana rasanya jika Anda harus melepaskan sebuah jabatan penting? Misalnya, Anda ingin memulai bisnis dan harus melepas

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa

5 Jurus Sukses Mendapat Kenaikan Gaji Khusus untuk Kaum Hawa 0

Meminta kenaikan gaji merupakan hak setiap karyawan yang bekerja di setiap perusahaan. Apalagi, bila mereka telah menunjukkan