Teropong Bisnis | Homepage
Modal Nekad, Salon Muslimah Sukses Besar

Modal Nekad, Salon Muslimah Sukses Besar

🕔07.Nov 2013

Di Indonesia, terdapat berbagai macam salon. Salah satunya adalah salon Muslimah. Salon Muslimah Moz5 adalah salah satunya. Salon ini dimiliki oleh Yulia Astuti, 37 tahun yang mulai mengembangkannya dengan membuka kemitraan sejak 2008.

Yuli mengungkapkan, pada tahun 2008, setelah menjalankan bisnis salon ini cukup lama, dia tertarik untuk membuka franchise. Selain karena banyak permintaan, ukuran usahanya menjadi lebih besar. Lebih-lebih saat dibuka franchise yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Palembang dan Banjarmasin.

Paket kemitraan yang ditawarkan bervariasi, dengan harga mulai Rp. 50 juta sampai Rp. 300 juta. Ukuran usaha mempengaruhi paket kemitraan ini.

Saat membeli paket kemitraan, Yuli mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan semua keperluan. Keperluan disini adalah perlengkapan, pelatihan karyawan dan lainnya. Tetapi, mitra usaha perlu menyediakan bangunan dan lahan sendiri.

Menurut Yuli, saat ini, bisnis salon Muslimah sedang baik. Untuk salon kecil di perumahan, perhari pengunjung dapat mencapai 10-15 orang, sedangkan untuk salon di mall, pengunjung dapat mencapai 30-40 orang.

Yang unik, awal mula saat Yuli membuka salon ini hanya karena dia suka nekad melakukan sesuatu. Dengan tanpa kemampuan yang baik di bidang salon, dia tidak gentar untuk membuka dan menjalankan bisnis salon ini. Bahkan, lulusan Sastra Jepang ini nekad keluar daripekerjaannya, demi untuk menjalankan bisnis salon Muslimah yang dia buat.

Padahal, saat itu Yuli mempunyai pekerjaan tetap di salah satu perusahaan Jepang. Salah satu hal yang membuat Yuli yakin bahwa bisnis salonnya ini akan berhasil adalah karena kebutuhan masyarakat perkotaan akan penampilan yang menarik dan cantik. Selain itu, banyak Muslimah yang suka mengikuti tren yang kian hari menarik yang membuat gaya fashion maupun kecantikan Islami ini banyak dicari oleh para konsumen.

Akhirnya, tahun 2000 menjadi titik awal dimulainya bisnis salon milik Yuli. Dia memberi nama bisnisnya ini dengan nama Moz5.

Yuli saat itu menyadari bahwa pemakai jilbab, seperti dirinya, sangat sulit mencari tempat merawat diri. Dia juga memanfaatkan kesukaannya meracik lulur untuk kebutuhan salonnya.

Usaha pertamanya ini dibuka didaerah Depok, Jawa Barat dengan modal awal sebesar Rp. 90 juta. Banyak layanan yang ditawarkan, sepertigunting rambut, rebonding, manicure pedicure, totok wajah, facial hingga perawatan pra nikah.

Modalnya dia gunakan untuk menyewa bangunan 1 lantai untuk 2 tahun. Pertama, dia membidik target para mahasiswi. Tetapi, karena prospek konsumen usia 23-35 begitu baik, dia mengalihkan pasar ke konsumen mousia ini.

Moz5 saat ini sudah sangat berkembang. Yuli mempunyai 25 salon, 20 diantaranya adalah franchise. Dan, akhir tahun ini, dia berencana membuka 4 salon Muslimah baru. Bahkan, tahun depan, dia berencana untuk membuka cabang di Kuala Lumpur.

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal