Teropong Bisnis | Homepage
Kusamnya Shabby Chic Tidak Mempengaruhi Keuntungan Yang Didapat

Kusamnya Shabby Chic Tidak Mempengaruhi Keuntungan Yang Didapat

0 Comments 🕔24.Nov 2013

Gaya shabby chic diperkenalkan pertama kali oleh Rachel Ashwell pada tahun 1989. Gaya yang terlihat kusam dan tua ini memberikan kesan manis, cantik dan elegan bila digunakan dengan benar.

Dari sisi bisnis, gaya ini sangat berpotensi. Contoh nyatanya adalah Nadia Flourina Luisa, dengan usahanya Flo’s Shabby Chic Collection. Dia merintis usahanya ini pada 2009, setelah mengenal gaya ini dari rumah mertuanya.

Selain itu, sangatlah sulit menemukan aksesoris dengan gaya shabby chic di Indonesia. Dan, bila ada, harganya sangat mahal. Dari sini, Nadia mempunyai ide untuk membuat produk dengan gaya ini dengan harga terjangkau.

Nadia membuat produk yang berbasis jahit-menjahit, seperti sarung bantal, bantal, dan lainnya. Harganya pun terjangkau, sekitar Rp. 80 ribu-Rp. 150 ribu. Untuk dining set, dihargai Rp. 400 ribu-Rp. 500 ribu dan set penghias ruang tamu Rp. 500 ribu-Rp. 600 ribu.

Nadia memulai bisnisnya dengan modal Rp. 2,5 juta. Rp. 1,5 juta untuk membeli mesin jahit bekas dan sisanya bahan dan keperluan lain. Setiap 2 minggu, Nadia harus berbelanja bahan kain, karena bahan inilah yang cepat habis.

Dia mengawali usahanya ini dari garasi rumahnya. Dari usahanya ini, Nadia mampu mendapatkan omzet Rp. 5 juta-Rp. 9 juta per bulan dengan keuntungan 50%-60%. Untuk memasarkan produknya, Nadia juga menggunakan situsnya, yaitu FloShabbyChic.com.

Selain Nadia, ada juga Gayatri Wibisono dengan usahanya Gaya Living. Gayatri lebih fokus pada furnitur kayu bergaya shabby chic untuk usahanya ini. Yang menarik, dia baru mengetahui bahwa furnitur yang dia buat menggunakan gaya shabby chic dari pelanggannya.

Awal mula Gayatri terjun ke bidang ini dikarenakan tidak sengaja. Tahun 2009, temannya meminta bantuan Gayatri untuk menghias tiga rumah contoh. Setelah selesai, Gayatri menerima honor yang cukup besar. Dari sini, Gayatri menyadari bahwa hobinya menghias rumah ternyata dapat menghasilkan.

Honor yang diterimanya dia gunakan sebagai modal usaha. Dia menyewa toko dan lahan untuk lokasi workshop, sekaligus tempat tinggal 4 tukang yang dia rekrut. Menurut Gayatri, salah satu tantangan di usaha ini adalah mencari tukang yang mampu memoles kayu agar terlihat bergaya vintage.

Saat ini, Gayatri memiliki 12 karyawan. Produk yang diproduksinya beragam, mulai dari kursi, meja sampai aksesoris interior berbahan kayu. Untuk harga, Gayatri memasang harga Rp. 85 ribu-Rp. 600 ribu untuk aksesoris dan harga furnitur tergantung pemesanan.

Omzet yang didapatnya berkisar antara Rp. 50 juta-Rp. 70 juta. Selain itu, Gayatri juga menyediakan jasa penyewaan dekorasi bergaya shabby chic. Untuk layanan ini, dia mematok harga 20% dari harga produk yang dia sediakan.

Gayatri juga menyediakan layanan untuk pembuatan ide desain interior rumah. Untuk layanan ini, dia mematok harga Rp. 50 ribu-Rp. 75 ribu per meter persegi.

Pelanggan Gayatri tersebar mulai dari Jabodetabek, hingga Bali dan Pekanbaru. Gayatri juga memasarkan produknya secara online di situs GayaLiving.com.

Prosepek usaha bidang ini sangat bagus. Selain karena sedikitnya persaingan, menurut Nadia, pelanggan juga banyak yang setia terhadap produknya.

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *