Teropong Bisnis | Homepage
Bumbu Instan untuk Jaman Instan

Bumbu Instan untuk Jaman Instan

🕔06.Nov 2013

Sekarang adalah jaman serba instan dan cepat. Dalam dunia kuliner, hal ini juga berlaku. Tidak hanya untuk individual saja, banyak pengusaha kuliner membutuhkan cara memasak yang cepat. Disini, bumbu instan menjadi salah satu alat untuk menghemat waktu.

Semakin meningkatnya kebutuhan akan bumbu instan, membuat banyak pesanan masuk ke pembuat bumbu instan. Contohnya, Gerak Tani yang harus memproduksi 0,5 ton bumbu instan bahkan 1 ton saat mendekati Lebaran dengan 60 jenis bumbu dalam bentuk krim, pasta dan bubuk. Menurut Neken Jamin Sembiring, pemilik Gerak Tani, mereka mendapatkan omzet hingga Rp. 6 juta per hari.

Gerak Tani juga melayani semua konsumen, mulai dari konsumen rumah tangga sampai hotel, restoran dan pengecer seperti Carrefour dan Naga Swalayan. Gerak Tani juga menyediakan bumbu giling, seperti jahe, kunyit dan lainnya.

Produk Gerak Tani dikemas dalam standing pouch dan plastik vacum ukuran 180 gram dengan harga Rp. 7.000 sampai Rp. 14.000 untuk pasar tradisional dan Rp. 20.000 sampai Rp. 25.000 untuk ritel modern.

PT Ayam Goreng Fatmawati Indonesia juga memproduksi bumbu instan melalui anak usahanya, Rempah Spice. Ada 40 jenis bumbu instan untuk berbagai masakan, seperti sayur asem, sop iga dan lainnya yang dijual denganharga Rp. 12.000 sampai Rp. 13.000.

Rempah Spice mendapatkan omzet sebesar Rp. 70 juta hingga Rp. 120 juta dan 90% diantaranya berasal dari konsumen segemen korporat. Johan Wahyudi, Business Development Manager PT Ayam Goreng Fatmawati Indonesia mengatakan bahwa mereka memulai usaha ini karena prospeknya yang baik. Hal ini juga diamini oleh Neken dan bahkan dia mampu menjualnya secara online ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Belanda.

Bila anda ingin memulai usaha ini, Anda harus mempunyai kemampuan mengolah bumbu dan tahu penghasil bumbu terbaik. Neken mengatakan bahwa dia memilih beberapa bumbu dari daerah khusus, seperti kemiri dari Medan, kunyit dari Ponorogo dan lainnya, karena tiap daerah tersebut merupakan penghasil bumbu tertentu.

Pemrosesan bumbu instan juga penting. Mulai dari penggilingan, peracikan, pemasakan, pengemasan, pasteurisasi dan penyimpanan perlu diperhatikan. Contohnya, ada beberapa bumbu yang perlu melewati proses irradiasi sinar gama dan penyimpanan dengan suhu 160 Celcius dan lainnya.

Selain itu, anda juga harus mendapatkan sertifikasi standar, seperti sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Halal dari POM, MUI dan lainnya.

Anda juga harus memperhatikan kesehatan bumbu instan anda. Cara ini akan membantu pemasaran produk anda. Pemasaran online juga bisa dilakukan, tapi sebaiknya menunggu produk anda dikenal terlebih dahulu.

Pameran juga akan menjadi media promosi yang bisa Anda gunakan. Untuk modal, anda bisa menggunakan program UKM dari pemerintah.

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal