Teropong Bisnis | Homepage
Bisnis Peyek, Mudah, Gurih dan Menguntungkan

Bisnis Peyek, Mudah, Gurih dan Menguntungkan

🕔08.Oct 2013

Peyek mungkin makanan ringan yang semua orang sudah ketahui. Tapi, bagi Nico Budianto, peyek merupakan sumber penghasilan yang besar.

Nico Budianto memulai bisnis peyek Yumila di Tangerang Selatan pada Februari 2012. Dan, lulusan teknik Kimia Institut Teknologi Semarang (ITS) ini berhasil mendapatkan omzet 25-40 juta dari bisnisnya ini, walaupun usahanya masih berumur 1,5 tahun dan dia masih menggunakan sistem penjualan konvensional di daerah Tangerang.

Nico mempunyai keinginan untuk menaikkan kelas produknya ini. Hal ini karena banyak orang yang mengenal peyek sebagai makanan kelas rendah dan dikemas asal-asalan. Dilain sisi, Nico mengatakan hampir semua orang Indonesia dari semua golongan suka dengan makanan kecil ini.

Nico ingin berhasil meraih pasar golongan menengah ke atas. Hal ini dikarenakan potensi bisnis peyek ini sangat besar.

Untuk memuluskan ambisinya ini, Nico mengatakan mengutamakan 3 hal dalam bisnis peyek yang dia jalankan. Nico berusaha menjaga kebersihan produknya, dia juga berusaha mempertahankan rasa peyek yang dia buat dan menggunakan kemasan yang menarik.

Jenis peyek yang dia produksi bermacam-macam dan tersedia dalam banyak rasa. Usaha peyek Yumila miliknya membuat peyek standar, seperti peyek teri, peyek kacang dan peyek rebon. Tapi, dia juga membuat inovasi, seperi peyek kacang ijo dan peyek dele pedas. Dan, satu hal yang membedakan peyeknya dengan peyek yang lain, yaitu digunakannya bumbu di produknya, sehingga rasanya tambah lezat.

Pendamping dan penggiat Komunitas UMKM BSD ini juga berencana untuk mengembangkan bisnis peyek miliknya. Dia sudah mengurus sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan dia dapat bulan ini dan Oktober dia akan mendapat izin dari Dinas Kesehatan.

Nico mengakui baru memiliki empat karyawan, 2 untuk produksi dan 2 untuk pemasaran. Bila pengembangan bisnisnya ini berjalan lancar, maka tenaga kerja yang dia gunakan akan bertambah.

Tapi, Nico tidak mau terburu-buru melakukan hal ini. Dia lebih suka mengembangkan bisnis peyeknya secara bertahap dan alami.

Nico melakukan ini bukan tanpa alasan. Bila dia langsung membuat besar bisnis peyek ini, maka produk yang tidak terjual akan rusak, karena ternyata peyek ada kadaluarsanya. Untuk mengatasi hal ini, Nico menggunakan kemasan yang tidak bocor dan produknya hanya bertahan 1 bulan. Selebihnya, masih bisa dimakan tapi tidak layak jual karena baunya sudah tidak enak.

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal