Teropong Bisnis | Homepage
Belajar Bisnis Roti dari Korban Tsunami Aceh

Belajar Bisnis Roti dari Korban Tsunami Aceh

0 Comments 🕔30.Dec 2013

Ada kalanya bisnis akan untung dan rugi entah dengan proses apa. Jika Anda sedang patah semangat dalam menjalankan bisnis maka simak bisnis yang dilakoni Nelly Nurila dari Aceh. Bisnis roti yang sedang semangat-semangatnya dirintis terpaksa hancur karena tsunami. Namun, dirinya tidak patah arang dan kembali mencoba berbisnis.

Awalnya, Nelly berbisnis roti dengan brand Roti Nusa Indah mulai tahun 2001 hingga 2003. Setelah itu, dirinya dan suami harus rela kehilangan bisnis tersebut karena tsunami melanda Aceh tahun 2005. Nelly memang sempat sedih dan hampir putus asa namun dorongan dari orang-orang tercinta membuatnya bangkit.

Alhasil, 5 bulan setelah bisnis roti miliknya hancur ia menata kembali dengan apa yang masih tersisa. Saat itu, ia mulai kembali dengan masih berbisnis di bidang kuliner yaitu berjualan nasi di Lhoknga, Aceh. Kemudian, ia juga mencoba peruntungan dengan menjual kue basah dengan cara dititipkan di warung-warung.

bisnis roti

Karena memang passionnya pada bisnis roti maka setelah modal terkumpul kembali, Nelly membuka kembali bisnis Roti Nusa Indah miliknya di tahun 2005. Kala itu, dirinya hanya mampu memproduksi roti dari 2 kilogram tepung saja. Gayung bersambut karena di saat sulit semacam itu, Nelly mendapatkan bantuan dari perusahaan tepung terigu.

Untuk pemasaran, Nelly mencoba menghubungi kembali beberapa langganannya sebelum diterpa tsunami dulu. Ada tips menarik ala Nelly jika Anda ingin memulai bisnis roti. Bagi Anda yang belum memiliki kemampuan membuat roti tapi tertarik menekuni bisnis ini, cobalah untuk mengikuti acara kuliner di televisi atau membeli buku resep aneka roti.

Praktekkan resep tersebut dengan seksama. Lakukan terus jika masih belum berhasil dan bagus. Hal inilah yang dilakukan oleh Nelly di awal dirinya merintis bisnis roti. Setelah roti terlihat sempurna dan menarik, Anda bisa melakukan uji coba sederhana dengan cara membagikan hasil kerja Anda tersebut kepada tetangga sekitar.

Semua bisnis memiliki risikonya sendiri-sendiri termasuk bisnis roti ini. Salah satu risiko adalah soal ketahanan produk. Pasalnya, tanpa bahan pengawet, roti hanya bisa bertahan hingga 4 hari. Walaupun begitu, bukan berarti Anda harus menggunakan bahan yang tidak sehat untuk membuat roti. Yakinkan pelanggan Anda bahwa produk tersebut aman, lezat, bergizi, dan ramah di kantong.

Layaknya Nelly, dengan ketekunan merintis bisnis roti ini, akhirnya ia memetik hasilnya. Saat ini Nelly sudah memiliki 50 orang karyawan dengan produksi roti yang meningkat setiap harinya. Dari yang tadinya hanya 2 kilo tepung saja, kini dirinya menghabiskan 80 hingga 100 sak tepung. Omzet bisnisnya juga meroket hingga Rp. 25.000.000 per bulan.

Jadi, apakah Anda harus sedih berkepanjangan karena bisnis Anda masih gagal? Pengalaman dari Nelly ini layak dijadikan contoh untuk melecut diri Anda.

bisnis roti

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *