Teropong Bisnis | Homepage
Ada Laba Besar Dibalik Usaha Topeng

Ada Laba Besar Dibalik Usaha Topeng

0 Comments 🕔18.Nov 2013

Banyaknya kebudayaan di Indonesia juga melahirkan banyak jenis karya seni. Salah satunya adalah topeng. Saat ini topeng tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi, juga digunakan untuk aksesoris drama sampai pajangan.

Kepopuleran topeng ini menjadi ladang emas untuk Abdul Rohman, pemilik usaha topeng Honggolono Art asal Ponorogo, Jawa Timur. Usaha ini menjadi produsen topeng untuk Reog Ponorogo. Abdul memperoleh keahlian ini dari kakek dan ayahnya. Bahkan kakeknya sudah memulai usaha ini sejak 1990.

Pembuatan topeng Reog dengan ukuran 23 x 19 cm membutuhkan waktu satu hingga dua minggu. Topeng ini menggunakan rambut dari ekor sapi atau kuda. Harga bervariasi, seperti rambut ekor sapi RP. 500 ribu dan ekor kuda hitam dengan harga RP. 1 juta dan putih RP. 1,2 juta.

Abdul juga membuat topeng untuk pajangan, kado nikah atau pentas dengan ukuran 20 x 18 cm dengan harga antara Rp. 50 ribu sampai RP. 70 ribu.

Topeng Abdul dibuat dengan menggunakan kayu dadap. Dan, usahanya ini mampu memberikan omzet Rp. 30 juta sampai Rp. 50 juta.

Selain Abdul, ada juga Dwi Henry Setiawan pemilik usaha Topeng Malang, di Malang, Jawa Timur. Dia mengawali usaha topeng ini pada tahun 2010. Jenis topeng yang dia produksi bemacam-macam, seperti Dewi Sekartaji, Panji Asmoro Bangun dan lainnya. Topeng tersebut dibuat dalam waktu sekitar 4 sampai 7 hari.

Dwimenggunakan kayu kembang agar topengnya bertahan lebih lama. Dia juga menggunakan kayu super agar hasilnya halus dan detail yang cocok untk tari topeng. Dwi membanderol produknya dengan harga mulai RP. 150 ribu sampai RP. 700 ribu.

Usahanya ini juga dimanfaatkan untuk mengajarkan seni ukir topeng Malang. Dan dari usahanya ini, Dwi mendapatkan RP. 10 juta sampai Rp. 20 juta per bulan.

Doni Rober Chaniago juga memulai usaha topeng dengan nama Urbanmask pada 2011 di Jakarta. Dia memproduksi topeng dengan karakter film dan banyak orang mencarinya untuk koleksi. Harga jualnya berkisar antara Rp. 300 ribu sampai Rp. 8 juta tergantung kerumitan pengerjaan topeng.

Untuk bahan, Doni menggunakan busa hati dan resin kualitas impor. Dia mengerjakan topeng ini berdasarkan pesanan dan biasanya memakan waktu 1,5 – 3 bulan.

Doni membuat topeng dengan cetakan. Biasanya, cetakan ini disesuaikan dengan tekstur muka dan ukuran kepala pemesan.

Cetakan tersebut akan dilapisi dengan resin lateks, kemudian topeng dijemur dan dimasukkan oven. Setelah itu, topeng dicat dengan warna yang diinginkan.

Doni mendapatkan kemampuan membuat topeng secara otodidak. Dia awalnya sangat menyukai dunia action figur dan kesenian. Dan, dia mendapatkan banyak ilmu saat sering bertemu orang dengan hobi yang sama.

Saat ini, Doni mempunyai tiga orang karyawan. Dan dalam sebulan, dia berhasil mendapatkan omzet setidaknya Rp. 5 juta sampai Rp. 20 juta. Doni memang tidak menerima banyak pesanan. Dia hanya membatasi 4 pesanan setiap bulan agar topeng yang dibuatnya mempunyai kualitas terbaik.

 

Similar Articles

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas

5 Hal Penting Maksimalkan Peluang Bisnis Tas 0

Peluang bisnis tas terbilang cukup menggiurkan, karena produk ini banyak dicari, apalagi saat penampilan menjadi hal

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *