Teropong Bisnis | Homepage
Aceng Kodir, Sukses Berkat Makanan Kampung

Aceng Kodir, Sukses Berkat Makanan Kampung

0 Comments 🕔11.Dec 2013

Anda pasti sudah kenal dengan singkong atau ketela pohon atau ubi kayu. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai makanan. Dan, biasanya, makanan ini banyak digemari di daerah pedesaan sebagai teman untuk bersantai.

Meskipun banyak orang memandang makanan dari singkong merupakan makanan kampung, tidak demikian dengan Aceng Kodir. Dia berhasil memanfaatkan ‘makanan kampung’ ini menjadi produk dengan prospek bisnis menjanjikan. Hasilnya, sekarang dia sukses dari makanan kampung ini.

Pada awalnya, pria berusia 43 tahun ini mengalami berbagai kesulitan ekonomi. Idenya untuk keluar dari masalah ekonomi ini dan menjadi pengusaha adalah saat dia melihat petani singkong di daerahnya. Aceng melihat bahwa petani singkong kurang dihargai. Bahkan, produk dari mereka hanya dihargai Rp. 400 per kilogram.

Hal ini sangat tidak adil menurut Aceng. Dia lalu berusaha untuk memanfaatkan produk dari petani singkong ini, sekaligus membantu mereka meningkatkan nilai produk dan juga kesejahteraan hidup mereka.

Lalu, Acen mempunyai ide untuk membuat keripik singkong. Dia membutuhkan uang sebesar Rp. 200 ribu untuk memulai usahanya ini. Modal ini, dia gunakan untuk membeli semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat keripik atau crispy singkong. Bahan-bahan tersebut seperti singkong, minyak goreng dan lainnya.

Setelah Aceng berhasil membuat keripik singkong ini, dia tidak langsung menjualnya. Dia mengujinya kepada tetangga disekitar rumahnya. Hasilnya, banyak tetangganya yang menyukainya.

Aceng tidak berhenti sampai disitu. Dia lalu memberikan keripik olahannya kepada lurah, camat dan bupati daerahnya. Dan, dia juga mendapatkan hasil positif. Dari sini, dia mantap untuk menjalani usaha makanan kampung ini.

Aceng lalu mulai memasarkan produk buatannya tersebut. Dan, sadar akan ada persaingan, Aceng memberikan sedikit modifikasi pada produk buatannya. Dia membuat keripik singkong baru berjudul crispy konghui, yaitu perpaduan antara singkong dan hui (ubi). Keripik baru buatannya ini ternyata sangat disukai oleh banyak orang.

Harga untuk produk yang dia pasarkan adalah Rp. 19.000 untuk crispy singkong dan Rp. 20.000 untuk crispy konghui. Dan, Aceng berhasil mendapatkan omzet Rp. 90 juta per bulan. Artinya, dalam sehari, produknya terjual sampai 150 bungkus. Hal ini menunjukkan bahwa produknya benar-benar disukai.

Konsumen produk Aceng ini tidak hanya penduduk daerah setempat. Banyak wisatawan dari luar negeri yang juga membeli produknya ini untuk oleh-oleh atau camilan.

Saat ini, cita-cita Aceng sudah terwujud. Dia tidak hanya sudah keluar dari keterbatasan ekonomi yang dia alami dahulu. Tetapi, dia juga berhasil mendukung para petani singkong untuk hidup lebih sejahtera. Hal ini dia buktikan dengan membeli singkong dari para petani ini dengan harga Rp. 1.000 per kilogram.

Dan tidak hanya itu. Usaha makanan kampung yang sudah dia mulai sejak tahun 2009 ini berhasil membukan lapangan pekerjaan untuk warga didaerahnya

 

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil

Inilah 8 Penyebab Gagalnya Usaha Kecil 0

Kian banyaknya pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Hal ini seringkali

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini

Melirik Peluang Bisnis Potong Rambut Model Terkini 0

Mempunyai gaya rambut menarik dengan model yang sedang menjadi trend saat ini adalah hal yang

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan!

3 Alasan Utama Mengapa Dunia Maya Simpan Peluang Usaha Menggiurkan! 0

Peluang usaha akan menjadi semakin menjanjikan, bila Anda mampu memanfaatkannya dengan baik. Salah satu peluang yang

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar

4 Bukti Bisnis Keluarga dapat Sukses Besar 0

Bisnis keluarga sering dianggap sebagai bisnis yang sulit berkembang karena sulitnya terbentuk profesionalisme antar anggota keluarga

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *