Teropong Bisnis | Homepage
Lezatnya Mie Ayam Ceker, Selezat Peluang Bisnis yang Dijanjikannya

Lezatnya Mie Ayam Ceker, Selezat Peluang Bisnis yang Dijanjikannya

0 Comments 🕔01.Jun 2014

Bisnis kuliner dikatakan sebagai bisnis abadi, karena memang selalu dibutuhkan semua orang. Salah satu bisnis kuliner yang paling menjanjikan saat ini adalah bisnis mie ayam ceker. Saat ini sudah banyak orang yang serius menekuni bisnis ini. Contohnya adalah Dudi Kuswara dengan bisnisnya, Mie Ayam Ceker Cikasungka.

Dudi sudah memulai bisnis kuliner ini sejak tahun 2011 di daerah Cileunyi, Jawa Barat. Setahun setelah memulai bisnis ini, dia mulai menawarkan kemitraan.

Dudi saat ini sudah mempunyai 10 mitra. Mereka tersebar di daerah Bandung, Garut dan Tangerang. Selain gerai milik mitra, dia juga mengelola 9 gerai miliknya sendiri. Jadi, total gerai Mie Ayam Ceker Cikasungka saat ini adalah 19 gerai.

Paket kemitraan yang ditawarkan ada 2 macam. Yang pertama adalah paket kemitraan dengan investasi sebesar Rp. 21 juta. Dari paket gerai Cikasungka ini, mitra akan mendapatkan gerobak, perlengkapan untuk memasak, makan dan meja kursi.

Omzet yang didapat dari paket pertama ini dapat mencapai Rp. 25 juta-Rp. 40 juta per bulan. Laba bersih sebesar 17 persen. Dari pendapatan ini, maka target balik modal dapat tercapai dalam waktu 1 tahun.

Paket kedua yaitu paket gerobak Luigi. Biaya investasi untuk paket ini sebesar Rp. 8 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan berjualan, seperti gerobak dan juga alat masak, dan 3 buah kursi.

Omzet yang bisa didapat dari paket bisnis mie ayam ceker ini yaitu Rp. 7 juta hingga Rp. 12 juta per bulan. Laba bersih paket ini sebesar 25 persen. Dan, mitra dapat balik modal adalah 6 bulan, bila semua target tersebut tercapai.

Dudi mengungkapkan, banyak mitranya yang lebih memilih paket pertama, paket gerai Cikasungka. Hal ini dikarenakan mereka ingin membidik pembeli dari golongan kelas menengah.Sedangkan paket yang kedua, yaitu paket gerobak luigi, membidik target pasar kelas ekonomi bawah.

Dari paket kemitraan ini, Dudi mempunyai target untuk mendapatkan satu mitra setiap bulannya pada tahun ini. Tidak ada biaya royalti yang dikenakan Dudi. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dari pusat. Biasanya, biaya yang digunakan untuk membeli bahan baku ini sebesar 50% dari omzet penjualan.

Selain mie ayam ceker, bisnis kuliner ini juga menjual menu lainnya, seperti bakso dan pangsit. Harga yang dipasang Dudi cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp. 8.000 hingga Rp. 15.000 per porsi.

Bisnis kuliner selalu menjanjikan, namun, bila Anda ingin mengambil tawaran kemitraan, maka perhatikan dulu kondisi pusatnya. Bila arus keuntungan mereka lancar, target balik modal mereka tercapai sesuai waktu yang ditentukan dan tidak ada masalah keuangan, Anda dapat mencobanya.

Bisnis mie ayam ceker milik Dudi ini dapat dikatakan baik. Dia berhasil menjalankan bisnis ini dan mengembangkannya. Jadi, mungkin Anda dapat mencobanya, bila tertarik untuk memulai bisnis kuliner.

usaha sampingan, ukm, usaha kuiliner, mie ayam ceker, waralaba, kemitraan

BACA JUGA:

Cicipi Gurihnya Peluang Usaha Kuliner Bebek

Coba Bisnis Perawatan Tubuh Yang Makin Mengkilap

Similar Articles

Pedasnya Laba Usaha Kuliner Mie Rampok

Pedasnya Laba Usaha Kuliner Mie Rampok 0

Saat ini tawaran kemitraan mi kian menjamur. Salah satu pelaku usaha yang cukup gencar menawarkan

Usaha Kuliner Waralaba Unik

Usaha Kuliner Waralaba Unik 0

Usaha kuliner selalu dapat menjadi pilihan utama, bagi Anda yang ingin mencoba merintis atau menjalankan usaha

Menimbang Peluang Usaha Kemitraan Siomay

Menimbang Peluang Usaha Kemitraan Siomay 0

Camilan siomay walaupun sudah alam ada di dalam negeri, tetapi tawarannya masih tetap saja bermunculan.

Segarnya Peluang Usaha Kemitraan Ice Blend

Segarnya Peluang Usaha Kemitraan Ice Blend 0

Memang peluang usaha minuman dingin selalu menyegarkan. Ice blend merupakan salah satu jenis minuman dingin yang sudah

Gurihnya Peluang Usaha Kuliner Bakso Pedas

Gurihnya Peluang Usaha Kuliner Bakso Pedas 0

Bakso telah menjadi makanan yang sangat populer di Indonesia. Walaupun persaingan usaha kuliner sudah sangat sengit, tetapi

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *