Teropong Bisnis | Homepage
Tiwul Instan Pembuka Pintu Sukses dan Jutaan Keuntungan

Tiwul Instan Pembuka Pintu Sukses dan Jutaan Keuntungan

🕔10.Nov 2013

Ada banyak macam olahan singkong, seperti tiwul dan gatot. Dan, saat ini, sudah ada tiwul dan gatot instan. Akan tetapi, produk ini tidak tahan lama, jadi hanya dapat dinikmati konsumen disekitar tempat produksi. Tetapi, Hendra Widodo, pemilik UD Wijaya Food mengatakan tiwul instan dapat bertahan lebih lama bila dikemas secara modern bahkan hingga 1 tahun.

Menurut Fajar Djambak, produsen tiwul lain, tiwul menjadi sangat berpotensi didaerahnya, Kabupaten Kotabumi, Lampung. Hal ini dikarenakan pada awalnya tiwul adalah makanan utama daerah ini. Selain itu, tiwul juga banyak dicari oleh orang yang berdiet gula atau kena diabetes, karena kandungan gulanya yang rendah dan penderita asam lambung.

Untuk menyajikan tiwul instan hanya perlu direndam air hangat. Setelah beberapa menit, tiwul siap dimakan.

Produk tiwul Fajar dan Hendra saat ini mampu dipasarkan sampai ke Balikpapan, Makasar, Manado dan Hongkong. Hal ini berdampak pada produksi pabrik mereka. Contohnya, Fajar mampu memproduksi 2-3 ton tiwul instan per hari dan Hendra 5 ton per hari.

Omzet yang didapat dari usaha ini bahkan mencapai puluhan juta Rupiah. Contohnya, Fajar mendapat omzet antara RP. 75 juta sampai Rp. 90 juta perbulan dan Hendra bahkan sampai Rp. 250 juta per bulan dengan keuntungan 30%.

Proses pembuatan tiwul dan gatot sangat mudah dan dapat dipelajari secara otodidak. Tapi, bila anda ingin sukses, anda harus meracik sendiri untuk menemukan rasa yang pas. Selain itu, menurut Fajar dan Hendra, kualitas singkong juga berpengaruh dan kelengkapan peralatan pengolahan, seperti mesin penepung, pengaduk, pengukus dan mesin granulasi.

Alat-alat pengolah dapat dibeli dengan harga bervariasi, seperti mixer Rp. 7 juta dan mesin lainnya daat mencapai Rp. 120 juta sampai Rp. 250 juta. Hendra menggunakan mesin dari Korea, karena kualitasnya yang sangat bagus.

Untuk tempat usaha, tidak ada syarat khusus. Hanya dibutuhkan lahan yang cukup luas untuk menjemur singkong dan peralatan. Pabrik Wijaya Food milik Hendra menempati lahan seluas 350 meter persegi (m2).

Usaha ini tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga kerja, karena sebagian proses menggunakan mesin. Hanya pada proses pengupasan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja.

Fajar dan Hendra menggunakan tenaga lepas, yaitu ibu-ibu rumah tangga di sekitar pabrik untuk proses pengupasan ini.

Setelah proses produksi selesai, pemasaran dilakukan dengan cara penjualan secara langsung ke toko-toko di pasar tradisional atau dengan sistem titip jual.

Untuk menjual tiwul instan ini, Fajar membuat website. Selain itu, Hendra rajin mengikuti pameran oleh Badan Ketahanan Pangan Tingkat Daerah. Dengan pameran ini, Hendra bertemu dengan banyak agen dan reseller dari Banjarmasin, Makassar dan Hongkong yang dapat mendukung usahanya untuk lebih berkembang lagi.

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya 0

Usaha kuliner saat ini mulai bergeser ke arah kuliner sehat. Hal ini juga mempengaruhi proses produksi

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses 0

Peluang bisnis homestay atau guest house, dimana Anda menyewakan rumah atau salah satu ruangan di rumah

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie 0

Pie mungkin bukan hidangan asli Indonesia. Tetapi, produk kuliner ini menjadi salah satu makanan favorit

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek 0

Muftika Hidayat lima tahun lalu mulai mencoba – coba melirik peluang usaha memproduksi Cheongsam, baju