Teropong Bisnis | Homepage
Rahasia Membudidayakan Si Mungil Bersuara Merdu

Rahasia Membudidayakan Si Mungil Bersuara Merdu

🕔03.Nov 2013

Burung Pleci adalah salah satu burung kicau yang banyak digunakan dalam kontes burung. Tetapi, saat ini, belum ada yang berusaha benar-benar membudidayakan si mungil bersuara merdu ini dengan serius. Artinya, hanya sedikit orang yang melakukan pembiakan melalui perkawinan di penangkaran untuk burung ini.

Pada umumnya, pembudidaya burung Pleci mengambil telur dari hutan lalu ditetaskan. Mereka juga mengambil anak Pleci hasil tangkapan untuk dibesarkan. Memang, membudidayakan burung Pleci terbilang sulit.

Harianto, salah satu penangkar burung Pleci asal Cirebon juga menyetujui kesulitan dalam membudidayakan burung ini. Salah satunya adalah burung yang ditangkarkan belum tentu memiliki kemampuan berkicau yang baik. Atau, orang banyak mengenal kemampuan ini dengan sebutan ngalas.

Tapi, Harianto menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan ini. Salah satunya adalah makanan. Buah merupakan pilihan terbaik, agar si Pleci dapat berkicau dengan baik. Menurut pria 42 tahun ini, buah yang baik adalah yang bertekstur halus, seperti pepaya atau melon.

Selain itu, buah hanya perlu diberikan 2 atau 3 hari sekali. Dan, sisanya, si mungil bersuara merdu ini dapat diberi makanan standar seperti burung lainnya, contohnya kroto.

Jangkrik juga dapat diberikan untuk meningkatkan stamina Pleci. Tetapi, Anda hanya perlu memberikan badannya saja. Buang kepala, kaki dan bulu jangkrik, agar tidak merusak pencernaan burung Pleci.

Harianto juga menyarankan agar penanganan burung Pleci yang ditangkarkan juga dibedakan. Bila burung ini berasal dari tangkapan, bukan penetasan telur, maka ada satu hal yang perlu dilakukan. Anda perlu menyuapi burung ini dengan pisang. Jenis pisang yang digunakan bebas, asal tidak keras.

Anwar Susanto, seorang pengakar burng ini juga menyarankan agar memperhatikan segi kebersihan kandang. Selain itu, burung Pleci juga harus dijemur. Setidaknya, hal ini perlu dilakukan setiap pagi salaam 3-4 jam. Sama seperti burung lainnya, burung Pleci juga perlu dimandikan dengan disemprot sehari sekali.

Untuk proses pemasteran, Anwar menjelaskan dapat dilakukan dengan cara meletakkan tempat burung Pleci dekat dengan burung kicau lainnya. Si Pleci akan mengingat ocehan burung kicau tersebut. Hal ini perlu dilakukan selama beberapa hari.

Untuk mencapai kemampuan ngalas atau berkicau yang baik, si mungil bersuara merdu ini memerlukan waktu. Biasanya, waktu yang dibutuhkan antara 1 sampai 6 bulan. Bila kemampuan ini didapat, maka harga burung ini juga akan naik, khususnya untuk kalangan para pehobi burung.

Anwar juga mengatakan tentang cara agar burung ini dapat menang kontes. Rahasianya, burung Pleci jantan harus disatukan dengan betinanya sebelum kontes. Begitu hari dilangsungkannya kontes sudah datang, Anda harus memisahkan kedua pasangan burung ini. Niscaya, burung Pleci jantan akan bersemangat untuk ngalas demi mencari sang betina.

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya 0

Usaha kuliner saat ini mulai bergeser ke arah kuliner sehat. Hal ini juga mempengaruhi proses produksi

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses 0

Peluang bisnis homestay atau guest house, dimana Anda menyewakan rumah atau salah satu ruangan di rumah

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie 0

Pie mungkin bukan hidangan asli Indonesia. Tetapi, produk kuliner ini menjadi salah satu makanan favorit

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek 0

Muftika Hidayat lima tahun lalu mulai mencoba – coba melirik peluang usaha memproduksi Cheongsam, baju