Teropong Bisnis | Homepage
Haerani Erlina Farida Menyulap Sampah Koran Menjadi Uang

Haerani Erlina Farida Menyulap Sampah Koran Menjadi Uang

0 Comments 🕔21.Dec 2013

Bagi Anda, sampah mungkin hanyalah barang tidak berguna yang Anda tidak gunakan lagi dan Anda buang. Tetapi, Haerani Erlina Farida tidak demikian. Dia berhasil mengolah sampah menjadi produk yang sangat menguntungkan. Dia menggunakan sampah koran menjadi produk kerajinan tangan unik.

Kala Ranny bersekolah dahulu, dia mendapatkan ilmu membuat kerajinan dari koran. Ilmunya ini dan keinginannya untuk memanfaatkan limbah koran menjadi awal kisah sukses usahanya ini. Kini, dia mampu mendapatkan jutaan Rupiah per bulan dari usahanya ini.

Awal mula ide untuk membuat kerajinan dari sampah koran ini saat Ranny mengubah limbah ini menjadi benda lain yang mempunyai nilai lebih. Selain itu, dengan semangat go green, dia memanfaatkan koran yang biasanya dijual kiloan menjadi kerajinan.

Dia memulai usaha ini pada tahun 2011. Kini, sudah ada 8 tenaga ahli dan 30 pekerja serabutan yang bekerja dengannya. Produknya dia namakan Ranny Kreasi.

Pasar usaha Ranny ini tidak hanya di Indonesia. Banyak pesanan datang dari luar negeri, seperti Kedutaan Indonesia di Arab Saudi yang memesan produknya untuk cinderamata. Memang, jumlah pesanan tidak banyak, tetapi menurut Ranny cukup untuk mengenalkan produk asli Indonesia ke dunia. Ranny juga pernah ikut pameran di Bankok Oktober 2011. Responnya cukup bagus.

usaha

Omzet yang dia dapat rata-rata adalah Rp. 2 juta. Memang tidak sebanyak usaha jenis lain. Akan tetapi, usaha Ranny ini dapat dikatakan sebagai salah satu cara mendidik dan menginspirasi masyarakat untuk lebih cinta lingkungan. Dan juga menunjukkan bahwa kreativitas dapat menambah nilai suatu benda yang tak bernilai seperti sampah koran.

Ranny menggunakan 50-60 kilogram per bulan sampah koran sebagai bahan baku utama. Dengan harga Rp. 1.000/kg, dia hanya mengeluarkan Rp. 50.000/bulan untuk modal, diluar lem dan furnish. Untuk satu produk, dia tidak sampai menggunakan 1 kilo bahan.

Harga produknya juga bervariasi sesuai dengan ukuran dan tingkat kesulitan.  Rata-rata, produknya di jual dengan harga antara Rp. 5.000  hingga Rp. 350.000.

Proses pembuatan produk kerajainan ini, menurut Ranny membutuhkan waktu yang bervariasi. Untuk produk dengan ukuran kecil dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1 hari. Tetapi, perlu waktu 1 minggu untuk produk ukuran besar.

Ranny berharap agar pemerintah dapat membantu usaha jenis IKM ini agar dapat berkembang. Ranny memasarkan produknya melalui internet dan juga workshop miliknya di Komplek Keuangan, Joglo Jakarta Barat. Ranny juga ingin agar produk kerajinan sampah koran ini dapat masuk ke supermarket, bandara dan tempat lainnya.

Ranny juga sering memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pengusaha pemula. Saat ini, dia bergabung dalam Komunitas Daur Ulang. Ranny juga berencana untuk membangun Rumah Daur Ulang, dimana dilakukan kegiatan untuk membuat produk daur ulang yang bernilai tinggi.

usaha

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya 0

Usaha kuliner saat ini mulai bergeser ke arah kuliner sehat. Hal ini juga mempengaruhi proses produksi

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses 0

Peluang bisnis homestay atau guest house, dimana Anda menyewakan rumah atau salah satu ruangan di rumah

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie 0

Pie mungkin bukan hidangan asli Indonesia. Tetapi, produk kuliner ini menjadi salah satu makanan favorit

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek 0

Muftika Hidayat lima tahun lalu mulai mencoba – coba melirik peluang usaha memproduksi Cheongsam, baju

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *