Teropong Bisnis | Homepage
Group of The Deaf People dan Sunarni Punya Karya

Group of The Deaf People dan Sunarni Punya Karya

0 Comments 🕔17.Sep 2013

Banyak orang yang menganggap bahwa orang yang mempunyai kekurangan fisik harus bergantung pada orang lain untuk menjalankan kehidupannya. Namun, mereka tidak tidak berusaha untuk memberikan kesempatan pada orang yang mempunyai fisik untuk lebih mandiri terutama untuk menghidupi dirinya sendiri.

Hal ini berbeda dengan Sunarni yang menjalankan bisnis tas yang dibuat dengan bahan limbah kemasan plastik. Ia menjalankan bisnis ini tidak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan karena ada makna lain dalam bisnis yang ia jalankan. Selain untuk mengolah limbah yang bisa mencemari lingkungan, Sunarni menjalankan bisnis untuk memberikan kesempatan pada adiknya yang tuna rungu untuk hidup mandiri.

Bisnis tas dari limbah kemasan plastik ini ia mulai bersama sang ibu dari usaha yang sederhana dengan modal yang tidak besar. Bungkus kopi, deterjen, dan lain-lain yang ia dapat dari pemulung ia buat menjadi tas dan suvenir yang tentunya lebih bernilai ekenomis dibandingkan jika limbah tersebut dibuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah.

Group of The Deaf People dan Sunarni Punya Karya

Ia mendidik anak tuna rungu yang merupakan teman sang adik di SLB untuk membuat usaha kelompok kecil yang kemudian diberi nama Group of The Deaf People.  Sekolah pun dilibatkan untuk melatih siswa dengan keterampilan membuat tas dari limbah. Siswa pelatihan yang awalnya hanya tiga orang dari waktu ke waktu kian bertambah.

Group of The Deaf People yang diajar Sunarni secara rutin setiap hari Jumat dan Sabtu di SLB. Siswa SLB yang mau PKL juga ia terima dengan tangan terbuka. Usaha yang mengusung nama The Happy Trash Bag ini sudah ia jalani sejak 1995 dan hingga kini sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Jika dulu ia masih mengandalkan pemulung untuk memasok bahan untuk kegiatannya bersama Group of The Deaf People, kini sudah ada perusahaan yang mau memasok limbah plastik yang nantinya akan dibeli lagi jika sudah dibuat menjadi tas.

Omzet kotor Sunarni lewat produksi tas dan suvenir limbah sudah mencapai angka 20 juta rupiah setiap bulannya. Produk yang ia buat pun sudah dipasarkan di berbagai minimarket dan hotel ternama. Pelanggannya pun banyak yang datang dari luar negeri dan mereka sangat menghargai karya Sunarni yang memberikan kontribusi pada pengurangan limbah plastik. Tidak heran jika Sunarni berhasil menyabet penghargaan sebagai Danamon Entrepreneur Awards 2013.

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya 0

Usaha kuliner saat ini mulai bergeser ke arah kuliner sehat. Hal ini juga mempengaruhi proses produksi

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses 0

Peluang bisnis homestay atau guest house, dimana Anda menyewakan rumah atau salah satu ruangan di rumah

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie 0

Pie mungkin bukan hidangan asli Indonesia. Tetapi, produk kuliner ini menjadi salah satu makanan favorit

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek 0

Muftika Hidayat lima tahun lalu mulai mencoba – coba melirik peluang usaha memproduksi Cheongsam, baju

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *