Teropong Bisnis | Homepage
Garam Samudra Produksi Ponpes Lamongan

Garam Samudra Produksi Ponpes Lamongan

0 Comments 🕔28.May 2013

Industri menengah selalu menimbulkan kejutan-kejutan menarik dalam pasar nasional. Seperti yang baru-baru ini dikembangkan oleh sebuah Pondok Pesantren (ponpes) di Lamongan melalui industri garam rumahan beryodium. Produk tersebut memiliki merek bernama Samudra dan dikembangkan oleh Ponpes Sunan Gunung Drajat dengan jumlah 2 ton garam per hari. Bahkan, hasil produksi yang didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut akan menargetkan distribusi pada ritel-ritel seperti Indomart dan Alfamart.

Bisa dikatakan bahwa ini merupakan target yang kurang umum dalam industri lokal. Rencana ini akan direalisasikan jika jumlah produksi mencapai jumlah lima kali lipat dari kapasitas awal. Hal ini ditegaskan oleh Biati Ahwarumi, pemilik industri kreatif garam rumahan Samudra tersebut.

Pengembangan dan Optimalisasi Produksi

Biati juga optimis jika rencana tersebut bisa mulus dijalankan, apalagi dengan bantuan alat-alat tambahan baru sehingga mereka bisa menghasilkan hingga 10 ton per harinya. Saat ini, Biati masih menunggu proses perizinan melalui sertifikasi SNI dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Proses pengajuan sertifikasi juga mendapat bantuan dari Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah. Dia menjamin bahwa garam produksi ponpes Sundan Drajat ini diproduksi dengan hasil 95 persen kadar Natrim Khlorida. Oleh sebab itu, garam merek Samudra sudah pantas untuk masuk Standar Nasional Indonesia. Tentunya, ini merupakan contoh yang bisa ditiru oleh industri rumahan lain untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu produksi secara optimal.

Garam Samudra Produksi Ponpes Lamongan

Industri ini berawal dari kerjasama antara santri Ponpes Sunan Gunung Drajat, Universitas Hang Tuah dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Proyek tersebut diawali tahun 2010 dan lama kelamaan berkembang menjadi sebuah industri mandiri dengan produksi besar di tahun 2012. Biati mengakui bahwa omset bisnisnya setiap bulan telah mencapai 85 juta rupiah. Memang, Kabupaten Lamongan dikenal telah mengalami kenaikan produksi garam besar-besaran di tahun 2012. Pemerintah Lamongan juga mengandalkan garam sebagai komoditas kedua terbesar setelah ikan. Pencapaian jumlah selama tahun 2012 pun cukup mencengangkan. Dari 40 ton per musim dalam satu tahun, telah menjadi angka 40 ton.

Surplus Garam di Indonesia

Hal itu diperkuat dengan surplus garam konsumsi yang dialami Indonesia. Maka, tak heran jika pihak kementerian berharap jika bisa mengekspor garam di tahun 2013. Selama tahun 2012, Indonesia telah menghasilkan 2,02 juta ton garam. Padahal, target produksi sebenarnya sekitar 1,3 juta ton. Jika tahun lalu Indonesia mengalami surplus, bisa dipastikan bahwa keadaan sama akan terulang di tahun ini.

Bahkan, pihak kementerian telah mengupayakan penghentian impor garam demi menyeimbangkan arus produksi. Sementara itu, apa yang telah dilakukan oleh Ponpes Sunan Gunung Drajat merupakan salah satu bagian penting yang ikut mendorong pertumbuhan produksi garam rumahan. Dengan dukungan dari pemerintah, ada sekitar 3.557 petambak nelayan yang juga siap untuk diberdayakan.

Gambar: industri.kontan.co.id

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya

3 Inspirasi untuk Usaha Kuliner Pelapis Lezat Roti dan Kawan-Kawannya 0

Usaha kuliner saat ini mulai bergeser ke arah kuliner sehat. Hal ini juga mempengaruhi proses produksi

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses

3 Hal Ini Berpengaruh Pada Peluang Bisnis Homestay Anda untuk Sukses 0

Peluang bisnis homestay atau guest house, dimana Anda menyewakan rumah atau salah satu ruangan di rumah

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie

3 Jurus Meraup Untung Besar dari Bisnis Pie 0

Pie mungkin bukan hidangan asli Indonesia. Tetapi, produk kuliner ini menjadi salah satu makanan favorit

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek

Peluang Usaha Baju Cheongsam Raup Banyak Untung Menjelang Imlek 0

Muftika Hidayat lima tahun lalu mulai mencoba – coba melirik peluang usaha memproduksi Cheongsam, baju

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *