Teropong Bisnis | Homepage
Regulasi OJK Yang Baru, Bank Konglomerasi Terawasi Dengan Ketat

Regulasi OJK Yang Baru, Bank Konglomerasi Terawasi Dengan Ketat

0 Comments 🕔01.Jun 2014

Dunia perbankan Indonesia saat ini sudah sangat berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan semakin kuatnya posisi bank-bank Indonesia di Asia maupun dunia. Dan, yang menggembirakan adalah banyak munculnya bank-bank baru yang membuat persaingan di dunia perbankan semakin sehat.

Namun, untuk mengatur industri ini, dibutuhkan aturan yang tegas, agar semuanya berjalan lancar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah pihak yang berwenang dalam hal ini. Yang terbaru, OJK sudah membuat regulasi baru untuk mengatur perusahaan keuangan konglomerasi.

Regulasi yang baru dari OJK ini ditujukan untuk keperluan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan ini. Pihak-pihak yang masuk dalam pengawasan ini adalah bank dan juga anak perusahaan dibawahnya.

Menurut Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II, Endang Kussulanjari, saat ini, sudah ada setidaknya 31 anak perusahaan yang masuk dalam pengawasan OJK. Dari jumlah tersebut, 30 diantaranya adalah bank.

Endang menambahkan, pengawasan ini sebetulnya sudah dilakukan sejak dulu. Namun, dengan adanya regulasi baru ini, maka pengawasan untuk perusahaan keuangan konglomerasi sudah lebih terintegrasi.

Perusahaan konglomerasi sendiri mempunyai peran besar dalam dunia perekonomian Indonesia. Banyaknya jenis usaha yang mereka miliki akan secara langsung berdampak pada perkembangan dunia usaha di Indonesia. Jadi, bila tidak diawasi, akan terjadi masalah.

Pengawasan yang dilakukan OJK dapat dikatakan merupakan pengawasan yang sangat menyeluruh. OJK melakukan pemantauan terhadap semua hal yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan ini, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit sekalipun. Dengan demikian, akan dapat diminimalisir terjadinya masalah padai industri perbankan.

Selain itu, regulasi OJK ini juga bertujuan untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan-perusahaan ini. Semakin banyaknya perusahaan keuangan konglomerasi yang ada, maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan untuk menjalankannya dan bersaing di industri ini. Seringkali, hal ini menjadi awal masalah perusahaan-perusahaan tersebut.

Fakta yang terbaru, saat ini di Indonesia sudah ada 119 bank yang berjalan. Regulasi ini yang akan menjadi payung bagi bank-bank ini.

Menurut Endang, regulasi ini juga dapat membuka kesempatan berkembang lebih besar di dunia perbankan Indonesia. Contohnya, regulasi ini merevisi aturan modal minimum yang dibutuhkan untuk membuat bank baru, yang sebelumnya adalah Rp. 3 triliun.  Dengan adanya revisi ini, maka jumlah bank akan dapat dikontrol dan semakin sedikit bank semakin baik.

Endang mengungkapkan, regulasi ini akan jadi pada akhir tahun ini. Dan kemungkinan, akan mulai diterapkan pada tahun 2015 mendatang.

Regulasi OJK ini dapat dikatakan sebagai angin segar untuk dunia industri perbankan Indonesia. Hal ini dikarenakan pada 2015 mendatang, MEA sudah mulai diberlakukan.

Nantinya, kompetitor dunia perbankan Indonesia tidak hanya berasal dari Indonesia saja. Bank-bank di Indonesia juga harus bersaing dengan bank-bank dari negara-negara lain di Asia Tenggara. Jadi, kondisi bank yang sehat dan kuat dibutuhkan untuk bertahan dalam persaingan ini.

regulasi ojk, perbankan, info saham, managemen keuangan, pajak

BACA JUGA:

KPPU Endus Adanya Praktek Kartel Bank

Beredar Isu Bank Tidak Sehat, OJK Langsung Membantahnya

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan?

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan? 0

Sebuah pesta yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia tanggal 27 hingga 30 bulan Januari kemarin

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling beresiko. Akan tetapi, investasi ini juga produk investasi yang menjanjikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *