Teropong Bisnis | Homepage
Kartu Kredit Adalah Alat Pembayaran, Bukan Alat Utang

Kartu Kredit Adalah Alat Pembayaran, Bukan Alat Utang

0 Comments 🕔20.Apr 2013

Kartu kredit saat ini telah digunakan secara umum oleh masyarakat untuk bertransaksi di berbagai tempat perbelanjaan yang menyediakan layanan penggunaan kartu kredit. Kartu kredit sendiri sebenarnya adalah fasilitas yang disediakan oleh bank, yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan kartu kredit, untuk para nasabah yang ingin menggunakannya. Setiap nasabah yang menggunakan kartu tersebut harus membayar tagihan sesuai dengan nilai uang yang digunakannya saat berbelanja dan ditambah dengan bunga yang besarnya bervariasi. Meskipun bisa dikatakan bahwa para pengguna kartu kredit harus membayar lebih mahal daripada seharusnya, namun nyatanya hingga saat konsumen atau pemakai kartu kredit jumlahnya masih sangat banyak.

Para pemakai memilih untuk menggunakan kartu kredit karena fasilitas tersebut dinilai sangat membantu. Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari pemakaian kartu kredit yaitu pengguna dapat berbelanja dengan praktis dan relatif lebih aman karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Akan tetapi dibalik kemudahan tersebut, terdapat juga beberapa resiko yang harus siap untuk ditanggung oleh para pemegang kartu apabila mereka lalai, terlebih lagi ada fasilitas gesek tunai yang memungkinkan para pemegang kartu terlilit hutang yang besar jika tidak dapat mengendalikan diri. Tingginya sistem keamanan yang dipakai juga tidak menjadi jaminan karena hingga saat ini masih ada saja pembobol kartu kredit yang berhasil menjalankan aksinya sehingga merugikan para pemegang kartu. Ditambah lagi ada beberapa perusahaan penyedia kartu kredit yang justru memanfaatkan kesempatan yang bisa merugikan pihak pemegang kartu.

Pernyataan Bank Indonesia Mengenai Kartu Kredit

Menanggapi rawannya penyalah gunaan kartu kredit dengan fasilitas gesek tunai oleh para pengguna yang lalai, Bank Indonesia melalui Senior Analistnya, Edhi Harianto, meminta kepada pihak Bank Acquirer yang posisinya sebagai penerbit kartu kredit untuk mencabut izin kerjasama dengan perusahaan penyedia layanan atau jasa gesek tunai. Tanggapan ini disampaikan akibat semakin banyaknya penyalah gunaan fasilitas gesek tunai sehingga justru menyulitkan para pemegang kartu.

Fasilitas Gesek Tunai Merugikan Konsumen

Pihak Bank Indonesia menegaskan bahwa fasilitas gesek tunai justru merugikan para konsumen atau pemegang kartu, pasalnya disamping mereka akan dikenakan biaya yang tinggi, para pengguna juga harus membayar bunga yang tinggi juga. Edhi juga menegaskan bahwa fungsi dari kartu kredit sebenarnya adalah alat untuk memudahkan pembayaran, bukan alat untuk berhutang. Oleh karena itu kita selaku pengguna seharusnya memanfaatkannya dengan lebih bijak.

Hendaknya kartu kredit hanya digunakan untuk menggantikan uang yang sudah ada, bukan untuk membayar dengan uang yang tidak kita punyai. Bank Indonesia juga telah membatasi para pengguna kartu kredit dengan regulasi-regulasi tertentu, misalkan pemegang harus memiliki gaji minimal 3 juta per bulan, limit kartu yang diperbolehkan yaitu 3 kali gaji, dan pemegang dibatasi hanya boleh mempunyai dua kartu kredit saja.

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan?

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan? 0

Sebuah pesta yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia tanggal 27 hingga 30 bulan Januari kemarin

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling beresiko. Akan tetapi, investasi ini juga produk investasi yang menjanjikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *