Teropong Bisnis | Homepage
Perkembangan Uji Coba Branchless Banking di Indonesia

Perkembangan Uji Coba Branchless Banking di Indonesia

0 Comments 🕔08.Dec 2013

Bank Indonesia ingin mengembangkan pelayanan mereka ke arah yang lebih baik. Salah satu bukti nyata pihak Bank Indonesia adalah dengan merilis layanan perbankan tanpa kantor cabang atau disebut dengan branchless banking. Bank Indonesia masih terus mempelajari hasil uji coba layanan tersebut. Pihaknya juga sempat mengubah istilah layanan perbankan ini dengan sebutan mobile payment service atau MPS.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martono. Menurutnya, pihak Bank Indonesia masih mempelajari hasil pilot project yang sudah mereka terima sebelumnya. Nantinya, dari hasil tersebut akan dilakukan kajian. Selain itu, Bank Sentral juga akan mencari jalan terbaik khususnya untuk membuat sistem branchless banking atau MPS ini sebelum akhirnya layanan ini benar-benar diluncurkan dan digunakan oleh publik.

Jika memang sudah baik dan siap, maka aturan dari layanan ini juga akan dimuat dalam Peraturan Bank Indonesia atau PBI. Sebagai informasi, projek percontohan layanan MPS sudah dilakukan selama 6 bulan. Uji cobanya dimulai pada periode bulan Mei hingga November 2013. Setidaknya ada 5 bank yang mengikuti uji coba tersebut. Bank tersebut diantaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Tabungan Pensiunan Nasional Tbk., dan PT. Bank Sinar Harapan Bali.

Selain itu ada pula 2 perusahaan telekomunikasi yang ikut andil dalam uji coba tersebut. Perusahaan telekomunikasi tersebut adalah PT. Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk. Perubahan dari branchless banking menjadi layanan MPS bukanlah tanpa alasan. Tujuan dari perubahan ini mengarah pada perluasan jaringan pelayanan perbankan .

Diharapkan, masyarakat dapat menggunakan layanan perbankan yang efektif dan efisien. Hal ini juga sangat berguna bagi pihak-pihak terkait khususnya dalam hal pembiayaan. Tentunya, tujuan utama dari program layananbranchless banking ini adalah untuk memberikan jasa dan layanan perbankan pada masyarakat di pelosok daerah yang memang belum mendapatkan layanan tersebut.

Biasanya, kendala tersebut adalah karena jarak yang sulit dijangkau dan infrastruktur. Harapanya, Bank Indonesia mampu mewujudkan cita-cita Program Nasional Finance Inclusion. Uji coba yang sudah melibatkan 5 bank dan 2 perusahaan telekomunikasi ini sudah dilakukan di 8 wilayah provinsi. Provinsi yang menjadi basis uji coba dalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, serta Sulawesi Selatan.

Selain itu, Bank Indonesia juga memperbolehkan pihak-pihak terkait untuk menggunakan jasa UPLK atau Unit Perantara Layanan Keuangan. Mereka juga dipersilahkan menggunakan jasa UPLSP atau Unit Perantara Layanan Sistem Pembayaran.

Jasa tersebut digunakan untuk menjangkau masyarakat pelosok tersebut agar lebih mudah dalam pelayanan sehingga uji coba menjadi lebih maksimal. Semoga hasil dari uji coba ini bisa terealisasi secepatnya di Indonesia.

Similar Articles

Saatnya Pamitan sama Uang Kertas!

Saatnya Pamitan sama Uang Kertas! 0

Tingkat kejahatan di Jakarta itu bisa bikin waswas memang. Yang perampokan lah yang penodongan lah.

Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Muslim!

Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Muslim! 0

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dari

Bank Indonesia Mempersembahkan; Indonesia Shari’a Economic Festival 2015

Bank Indonesia Mempersembahkan; Indonesia Shari’a Economic Festival 2015 0

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia sudah pasti mempunyai potensi besar dalam

Gebrakan Baru BCA untuk Mendukung Transportasi di Indonesia

Gebrakan Baru BCA untuk Mendukung Transportasi di Indonesia 0

Ada kabar gembira bagi Anda pengguna lahan parkir di Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

PT BTPN Tingkatkan Sektor UMKM

PT BTPN Tingkatkan Sektor UMKM 0

PT BTPN akan mengupayakan untuk meningkatkan sektor yang ada di UMKM. Hal ini tentunya akan memberikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *