Teropong Bisnis | Homepage
Kisah Hidup Bank Bumi Arta

Kisah Hidup Bank Bumi Arta

0 Comments 🕔26.Oct 2013

Bank Bumi Arta berawal sejak tahun 60-an atau tepatnya bank ini didirikan pada tanggal 3 Maret 1967. Pada awalnya, bank ini bernama Bank Bumi Arta Indonesia dan berlokasi di Jakarta. Kantor Pusat Operasional bank ini berada di Jalan Tiang Bendera III no. 24, Jakarta Barat.

Setelah 9 tahun beroperasi, atau tepatnya tanggal 18 September 1976, Bank Bumi Arta akhirnya memutuskan untuk menggabungkan usahanya. Rekan bank lainnya yang akan bergabung dengan bank ini adalah Bank Duta Nusantara. Pada tanggal ini pula, Bank Bumi Arta mendapatkan izin untuk melakukan proses merger ini.

Penggabungan ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan manajemen bank. Selain itu, penggabungan ini juga untuk memperluas jaringan operasional. Dengan menggunakan 8 cabang Bank Duta Nusantara sebelumnya yang berada di Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Magelang, Bank Bumi Arta mempunyai cabang baru dengan menggunakan cabang dari Bank Duta Nusantara tersebut.

Akan tetapi, kantor cabang di Yogyakarta dan Magelang akhirnya dipindah ke Medan dan Bandar Lampung. Dan hal ini bertahan sampai sekarang.

Pada tahun 1988, Pemerintah mengeluarkan Kebijaksanaan Pemerintah dengan Paket Oktober (PAKTO) yang memberikan lebih banyak peluang untuk bank mengembangkan usahanya. Hal ini dimanfaatkan oleh Bank Bumi Arta.

Pada tanggal 20 Agustus 1991, Bank Bumi Arta mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia untuk mengubah statusnya menjadi Bank Devisa. Hal ini berani dilakukan karena bank ini sudah mempersiapkannya cukup lama.

Nama Bank Bumi Arta akhirnya didapat setelah dilakukan perubahan nama pada tanggal 14 September 1992. Bank Bumi Arta mengajukan izin kepada Menteri Kehakiman Republik Indonesia untuk melakukan hal ini. Dan, nama sebelumnya, Bank Bumi Arta Indonesia akhirnya resmi diganti cukup dengan Bank Bumi Arta.

Salah satu tujuan dilakukan pengubahan nama ini adalah agar masyarakat mudah untuk mengenal bank ini. Nama baru dirasa lebih singkat dan cukup mudah untuk diingat.

Selain itu, perubahan bukan hanya terjadi pada nama dari Bank Bumi Arta. Kantor Pusat Operasional Bank Bumi Arta juga pindah lokasi. Semula, kantor pusat ini berada di Jalan Roa Malaka Selatan No. 12 – 14. Setelah itu, pindah menuju ke Jalan Wahid Hasyim No. 234, Jakarta Pusat yang bertahan sampai saat ini.

Pemindahan lokasi ini terjadi sebelum Bank Bumi Arta mengajukan izin untuk perubahan nama, yaitu pada tanggal 10 Juni 1992.

Bank Bumi Arta akhirnya resmi go publik pda tanggal 1 Juni 2006. Bank ini resmi melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering). Pada Bursa Efek Jakarta, Bank Bumi Arta mencatatkan sahamnya sebesar 210.000.000 atau sebesar 9,10% dari saham total Bank Bumi Arta. Dan, sejak saat ini pula, Bank Bumi Arta menjadi Perseroan Terbatas.

Proses go public ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan, operasional bank dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bank. Dan, semua ini berprinsip pada Good Corporate Governance dan Risk Management.

Similar Articles

Saatnya Pamitan sama Uang Kertas!

Saatnya Pamitan sama Uang Kertas! 0

Tingkat kejahatan di Jakarta itu bisa bikin waswas memang. Yang perampokan lah yang penodongan lah.

Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Muslim!

Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Umat Muslim! 0

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dari

Bank Indonesia Mempersembahkan; Indonesia Shari’a Economic Festival 2015

Bank Indonesia Mempersembahkan; Indonesia Shari’a Economic Festival 2015 0

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia sudah pasti mempunyai potensi besar dalam

Gebrakan Baru BCA untuk Mendukung Transportasi di Indonesia

Gebrakan Baru BCA untuk Mendukung Transportasi di Indonesia 0

Ada kabar gembira bagi Anda pengguna lahan parkir di Jakarta. Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

PT BTPN Tingkatkan Sektor UMKM

PT BTPN Tingkatkan Sektor UMKM 0

PT BTPN akan mengupayakan untuk meningkatkan sektor yang ada di UMKM. Hal ini tentunya akan memberikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *