Teropong Bisnis | Homepage
BI Rate Naik, Pertumbuhan Kredit BCA Terpaksa Ditekan

BI Rate Naik, Pertumbuhan Kredit BCA Terpaksa Ditekan

🕔16.Nov 2013

Beberapa pekan ini menjadi pekan yang sangat suram untuk Rupiah. Nilai tukar Rupiah menurun seiring membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) setelah mengalami beberapa masalah di pemerintahan mereka beberapa waktu yang lalu. Dan menguatnya nilai dolar AS juga mempengaruhi nilai Rupiah.

Belum cukup sampai disitu, beberapa hari yang lalu, Bank Indonesia (BI) juga membuat kebijakan dengan menaikkan BI Rate yang juga menjadi salah satu faktor yang melemahkan nilai Rupiah. Banyak pihak yang terpengaruh atau dapat dikatakan harus mematuhi kebijakan dari BI ini. Salah satunya adalah PT. Bank Central Asia Tbk (BCA).

Bank ini memutuskan akan menekan pertumbuhan kredit BCA pada tahun depan. BCA akan mempertahankan pada kisaran angka 13,5% – 15%. Hal ini sesuai atau lebih rendah dari kebijakan yang dikeluarkan oleh BI untuk memperlambat pertumbuhan kredit di tahun depan pada angka 15% – 17%.

Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, ada beberapa hal yang ingin pihaknya capai saat melakukan hal ini. Salah satu tujuan pihaknya melakukan penekanan pertumbuhan kredit pada tahun depan adalah untuk meredam gejolak pasar.

Jahja juga menyampaikan saat diwawancarai beberapa media di acara Dinner Bankers di Gedung BI, Jakarta pada Kamis malam 14 November 2013, rencana ini sudah pasti akan dilaksanakan tahun depan dengan perkiraan 13,5% – 15%. Dan, untuk tahun ini, BCA akan mencoba untuk mengendalikan kredit growth pada kisaran 20% – 23%.

Tapi, meskipun pihak BCA akan menekan pertumbuhan kredit BCA tahun depan, Jahja mengatakan bahwa pihaknya belum ada rencana untuk menaikan suku bunga mereka, meskipun beberapa waktu yang lalu pihak BI sudah resmi menaikkan suku bunga acuan.

Menurut Jahja, saat ini likuiditas BCA masih sangat baik dan memadai sampai akhir tahun. LDR masih dapat bertahan di kisaran 76%. Dan kedua hal inilah yang menjadi alasan mengapa BCA belum ingin untuk menaikkan suku bunga kredit meskipun ada penekanan pertumbuhan kredit BCA untuk tahun depan.

Memang, saat BI Rate naik beberapa waktu yang lalu, banyak pihak terkejut dan bersiap-siap untuk menghadapi yang terburuk pada perekonomian Indonesia. Tetapi, Jahja berpendapat lain. Menurutnya, kebijakan untuk menaikkan BI Rate yang diambil BI tidak akan berdampak langsung pada masyarakat.

Memang, dengan ditekannya pertumbuhan kredit ini, maka banyak orang takut bahwa hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dunia usaha di Indonesia. Tetapi, hal tersebut tidaklah benar.

Jahja mengatakan kebijakan ini adalah tanda bahwa perekonomian Indonesia saat ini membutuhkan waktu ‘istirahat’ sejenak. Dengan demikian, maka dunia usaha dan perekonomian Indonesia akan dapat pulih dari masalah yang beberapa pekan ini menimpa.

Kenaikan ini juga menjadi salah satu sinyal bahwa akan ada pengetatan likuiditas. Meskipun begitu, LDR ini akan tetap berada di kisaran 76%-77%.

Similar Articles

4 Langkah Mudah Bebas Dari Masalah Kartu Kredit

4 Langkah Mudah Bebas Dari Masalah Kartu Kredit 0

Kartu kredit dikatakan sebagai alat pembayaran paling aman dan nyaman. Anda dapat pula menggunakan kartu ini hampir

6 Tips Ubah Kartu Kredit Menjadi Hal Terbaik Dalam Hidup Anda

6 Tips Ubah Kartu Kredit Menjadi Hal Terbaik Dalam Hidup Anda 0

Kartu kredit adalah cara bertransaksi yang paling mudah. Anda tidak perlu membawa uang tunai dan Anda

Kartu Kredit Mendominasi Dalam Aduan Masyarakat Ke BI

Kartu Kredit Mendominasi Dalam Aduan Masyarakat Ke BI 0

Kartu kredit menyediakan sistem pembayaran yang mudah dan aman. Hal ini mungkin juga Anda setujui, apalagi

Layanan Kartu Kredit Mandiri Hypermart Untuk Pecinta Traveling

Layanan Kartu Kredit Mandiri Hypermart Untuk Pecinta Traveling 0

Bank Mandiri terus memanjakan nasabahnya dengan meluncurkan kartu kredit. Kartu kredit tersebut diperuntukkan bagi Anda

BNI dan JCB Kompak Untuk Kartu Kredit Terbaik

BNI dan JCB Kompak Untuk Kartu Kredit Terbaik 0

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Japan Credit Bureau (JCB) International Co Ltd menerbitkan kartu kredit baru. Kerjasama