Teropong Bisnis | Homepage
Belum Saatnya untuk Bank Petani dan Nelayan

Belum Saatnya untuk Bank Petani dan Nelayan

0 Comments 🕔22.Jun 2014

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan sebuah bisnis. Namun, dari banyaknya faktor tersebut, yang paling penting adalah modal. Modal dibutuhkan untuk memulai sebuah bisnis. Tanpanya, faktor penentu kesuksesan yang tersedia menjadi tidak berarti.

Hal diatas juga berlaku pada dunia industri perikanan dan pertanian Indonesia. Oleh karena itu, Sofyan Djalil, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan pentingnya permodalan untuk perekonomian mandiri. Hal ini berkaitan dengan rencana BRI yang ingin membangun bank petani dan nelayan.

Menurut Sofyan, apa yang dilakukan BRI tidak terlalu efektif. Permodalan memang dapat diberikan untuk para petani dan nelayan, tanpa melalui bank khusus petani dan nelayan. Alasan yang beliau kemukakan adalah dibutuhkannya waktu yang lama untuk membuat bank ini menjadi kuat.

Selain itu, Sofyan juga menambahkan, resiko yang ada saat membangun bank khusus ini juga tinggi. Apalagi, bank khusus ini harus memulai semuanya dari nol. Dibutuhkan kerja ekstra keras disini.

Sofyan menjelaskan, jaringan yang dimilik BRI sebenarnya sangat luas. Artinya, BRI dapat menjangkau banyak petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Untuk faktor resiko, Sofyan berpendapat bahwa Pemerintah yang harus mengatasi hal ini. Ada banyak program dari Pemerintah yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko permodalan dalam hal ini, seperti Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Jadi tidak perlu membangun bank petani dan nelayan.

Hingga saat ini, permasalahan yang dihadapi oleh para petani dan nelayan sebenarnya masih sama. Mereka masih khawatir akan resiko pinjaman yang mereka ajukan. Hal ini sangat wajar, karena musuh utama mereka adalah cuaca yang tidak menentu. Dan, kondisi cuaca tidak dapat mereka kontrol.

Bila cuaca memburuk, para petani dan nelayan ini akan mengalami gagal panen. Gagal panen berarti mereka tidak mempunyai dana cukup untuk membayar pinjaman modal. Hal ini yang meningkatkan resiko pinjaman untuk para petani dan nelayan.

Sofyan mengungkapkan, banyak petani dan nelayan yang dapat dengan mudah mengakses bank untuk kebutuhan modal ini. Namun, karena resiko yang disebabkan masalah diatas, mereka enggan melakukannya.

Menurut Sofyan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan disini. Pertama, BRI seharusnya sudah tidak ragu lagi untuk mengeluarkan program permodalan untuk petani dan nelayan. Menurutnya, BRI mempunyai pengalaman yang baik dalam hal kredit mikro.

Yang kedua, Sofyan menyarankan agar Pemerintah membuat program baru untuk keperluan permodalan. Dengan adanya program yang lebih baik, maka resiko peminjaman modal diatas dapat dikurangi. Hal ini akan dapat meningkatkan kesadaran petani dan nelayan untuk mendapatkan permodalan ini. Bila hal tersebut dapat dilakukan, maka dunia industri ini dapat berkembang dan akan memberi dampak baik untuk Indonesia.

Selain itu, pendapat Sofyan ini juga bertentangan dengan apa yang disampaikan Jokowi tentang program bank petani dan nelayan capres tersebut. Namun, apapun itu, yang terpenting adalah kondisi perekonomian Indonesia harus pulih dan membaik.

bank petani, bank nelayan, kredit mikto, bri, perbankan

BACA JUGA:

KPPU Endus Adanya Praktek Kartel Bank

BNI Menjadi Yang Terbaik Versi MRI

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan?

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan? 0

Sebuah pesta yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia tanggal 27 hingga 30 bulan Januari kemarin

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling beresiko. Akan tetapi, investasi ini juga produk investasi yang menjanjikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *