Teropong Bisnis | Homepage
Ada Apa Dengan Laporan Kinerja BCA?

Ada Apa Dengan Laporan Kinerja BCA?

0 Comments 🕔28.Jul 2014

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum dapat dikatakan stabil. Namun, BCA mengakui bahwa pihaknya sedang berada di kondisi terbaik. Hal ini tampak dari laporan kinerja untuk Semester I 2014 yang disampaikan bank ini.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyampaikan beberapa poin pada laporan ini, seperti:

  1. Peningkatan laba bersih mencapai 24,2%, dari Rp. 6,3 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp. 7,9 triliun.
  2. Peningkatan pendapatan operasional mencapai 25,0%, dari Rp. 15,7 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp. 19,6 triliun.
  3. Peningkatan Marjin Bunga Bersih (NIM) mencapai 50 bps, dari 6,0% pada tahun sebelumnya menjadi 6,5%.

Adanya peningkatan diatas menunjukkan bila BCA berhasil mencatatkan yield aset produktif yang meningkat. Hal ini membuat portofolio kredit mereka juga meningkat.

Menutut Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, BCA mampu berada di kondisi baik saat ini, karena tingginya disiplin dalam manajemen resiko, kemapuan beradaptasi, prinsip kehati-hatian untuk kebijakan dan pemberian kredit.

Pertumbuhan kredit tampak pada beberapa segmen, seperti

  1. Peningkatan portofolio kredit  mencapai 14,6% YoY senilai Rp. 40,9 triliun menjadi Rp. 321,3 triliun
  2. Peningkatan kredit korporasi mencapai 16,3% YoY menjadi Rp. 106,4 triliun.
  3. Peningkatan kreditkomersial & UKM mencapai 14,9% YoY menjadi Rp. 127 triliun
  4. Peningkatan kredit consumer mencapai 12,6% YoY menjadi Rp. 88,3 triliun bersamaan dengan kenaikan outstanding untuk semua produk kredit ini.
  5. Peningkatan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mencapai 9% YoY menjadi Rp. 53,8 triliun.
  6. Peningkatan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) mencapai 16,8% YoY menjadi Rp. 27,3 triliun dari Rp. 23,4 triliun.
  7. Peningkatan outstanding kartu kredit mencapai23,8% YoY atau naik sebesar Rp. 8,1 triliun.

Dalam laporan BCA, disampaikan pula mengenai menguatanya permodalan bank ini.  Hal ini tampak dari beberapa poin, seperti

  1. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 75,5%
  2. Secondary reserves sebesar Rp. 67,7 triliun atau 16,1% dari jumlah LDR
  3. Rasio kredit bermasalah (NPL) hanya 0,5%
  4. Rasio cadangan sebesar 368,1%
  5. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 17% sebelumnya hanya 16%

BCA juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga yang cukup signifikan. Hal ini tampak dari jumlah total dana pihak ketiga yang mencapai Rp. 421,2 triliun atau naik 11,3% YoY. Jumlah ini berasal dari:

  1. Saldo dana rekening transaksi sebesar 77,2% dari LDR, yang terdiri dari:
    1. Dana CASA yang juga meningkat sebesar 6,3% YoY menjadi Rp. 325,3 triliun
    2. Dana giro yang naik 8,9$ YoY menjadi Rp. 105,7 triliun
  2. Dana tabungan naik 5,1% YoY menjadi Rp. 219,5 triliun
  3. Dana deposito naik 32,4% YoY menjadi Rp. 96 triliun bersama dengan naiknya suku bunga deposito

Jahja yakin BCA mampu bertahan dengan baik, meskipun kondisi perekonomian Indonesia dapat dikatakan belum membaik. Saat ini, BCA melayani 13 juta rekening nasabah di 1.062 cabangnya di seluruh Indonesia. BCA juga mempunyai 14.528 ATM dan EDC, untuk keperluan internet banking dan mobile banking.

kinerja bca, bank bca, perbankan, info perbankan

BACA JUGA:

Aturan OJK Berlaku, Laba Bersih Bank Danamon Anjlok

BNI Jatuh Hati Pada Jalan Tol Trans Sumatera

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan?

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan? 0

Sebuah pesta yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia tanggal 27 hingga 30 bulan Januari kemarin

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling beresiko. Akan tetapi, investasi ini juga produk investasi yang menjanjikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *