Teropong Bisnis | Homepage
2014 Untuk Mata Uang Negara Berkembang

2014 Untuk Mata Uang Negara Berkembang

0 Comments 🕔20.Feb 2014

Pada tahun 2013, mata uang yang digunakan di berbagai negara berkembang harus menghadapi kenyataan pahit. Nilainya terpuruk jika ditukar dengan mata uang dolar Amerika. Akan tetapi, ada indikasi bahwa tahun 2014 ini, mata uang yang dimiliki oleh negara berkembang di seluruh dunia akan mengalami perubahan nasib yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Perkiraan ini dibuat oleh HSBC Bank Plc yang merupakan adalah satu perusahaan yang bergerak di jasa finansial dan perbankan paling besar di jagad raya. Perkiraan tersebut menyatakan bahwa pada pemilik modal akan kembali melirik mata uang negara yang kelak akan menjadi negara besar ini.

Semakin melemahnya nilai tukar mata uang negara berkembang dimuali sejak pertengah tahun 2013 disebabkan oleh aksi jual para penanam modal asing. Kini, pada penanam modal sudah tidak lagi terlalu khawatir dengan penghentian stimulus yang akan dilakukan oleh The Federal Reserves meskipun loyalitas mata uang yang digunakan di negara berkembang masih cukup rendah. Likuiditas global yang semakin melimpah menjadi salah satu imbas yang harus dinikmati oleh negara berkembang.

Memang benar bahwa pasar keuangan yang berjalan di negara berkembang masih harus melalui tahap penyesuaian ke depan, tetapi HSBC optimis bahwa koreksi nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang sudah tidak lagi terjadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu pemicu utama ditariknya dana dari para investor adalah The Fed yang menarik dana stimulus pada bulan Desember 2013 dengan jumlah masing-masing sepuluh miliar dolar AS.

mata uang, perbankan, layanan bank, HSBC

Sebagai imbasnya, aksi jual ramai-ramai dilakukan oleh investor karena mata uang negara berkembang tersebut semakin melemah termasuk di Indonesia, India, Brasil, Turki, dan Afrika Selatan. Pelemahan mata uang dari lima negara tersebut mencapai 10-20% sejak 2013 ketika penarikan stimulus yang dilakukan oleh The Fed terjadi. Tentu kondisi ini tidak bisa diabaikan begitu saja ole para investor.

Ada kekhawatiran yang dimiliki oleh para investor adalah mengenai likuiditas pasar keuangan yang berkurang sehingga mengancam terjadinya pembengkakan defisit transaksi yang tengah berjalan di negara yang sedang berkembang tersebut. HSBC sendiri melihat bahwa The Fed akan memiliki neraca keuangan yang lebih lebar tahun 2014 karena laju pertumbuhan lebih pelan dibandingkan dengan sebelumnya.

Begitu investor asing kembali ke bursa pasar keuangan nasional, ada yang justru merasa pesimistis dengan kondisi ini karena ada indikasi bahwa pasar keuangan dalam negara berkembang tersebut masih cukup rapuh. Stabilitas keuangan juga boleh jadi terpengaruh oleh pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Cina. Boleh dikatakan bahwa negara berkembang mempunyai berbagai masalah sehingga momentum saat ini justru menyerang balik negara berkembang. Muncul pula isu bahaya yang berkaitan dengan mata uang negara berkembang seperti masih banyaknya ketidakpastian tujuan dan perluasan ekonomi yang dilakukan di negara itu sendiri. 

mata uang, perbankan, layanan bank, HSBC

BACA JUGA:

Nilai Tukar Rupiah Membumbung Tinggi, Akankah Abadi?

Dampak Terbesar Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan?

Benarkah Reksa Dana dapat Mengalami Kebangkrutan? 0

Sebuah pesta yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Indonesia tanggal 27 hingga 30 bulan Januari kemarin

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan

Inti Terpenting dalam Investasi Saham yang Menguntungkan 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling beresiko. Akan tetapi, investasi ini juga produk investasi yang menjanjikan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *