Teropong Bisnis | Homepage
Menjadi Investor Handal Saat Menghadapi Over Reaction Dalam Berinvestasi

Menjadi Investor Handal Saat Menghadapi Over Reaction Dalam Berinvestasi

0 Comments 🕔18.Jan 2014

Ada banyak hal yang dapat dibahas terkait masalah investasi di sektor finansial sekarang ini.  Apalagi ketika ditarik ke belakang, banyak investor yang sudah menikmati kenaikan dari harga saham.  Terutama pada masa krisis di tahun 1997 dan 1998.  IHSG saat krisis merosot hingga 300 sampai 400 dimana sebelumnya sekitar 740.  Memasuki tahun 2007, indeks mulai naik hingga 7 kali lipat.  Hal tersebut membuat para investor merasa super confidence.  Namun saat ini indeks mulai terkoreksi hingga 30 persen.

Pada teori investasi, dikenal istilah behavior of finance.   Yaitu sebuah perilaku yang kerap ditemui seperti sikap over-reaction ketika harga naik tajam.  Begitu pula sebaliknya, ketika harga turun. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara untuk mengatasi permasalahan ini.

Mengatasi krisis percaya diri

Untuk Anda yang belum lama berinvestasi pada sektor finansial, koreksi indeks adalah hal yang meresahkan.  Karena investasi akan semakin terpangkas sejak tahun 2008.  Berbagai pertanyaan pun mulai muncul.  Mengapa NAB reksa dana turun?  Haruskah setoran investasi dihentikan dahulu?  Atau, lebih baik sebagian portofolio investasi dijual saja?

Anda perlu berhati-hati, jangan sampai Anda mengalami panic sellingPanic selling diibaratkan sebagai kegiatan obral yang menjadikan harga barang sangat murah.  Padhal, penurunan IHSG merupakan sinyal beli yang tepat untuk masuk ke dalam pasar.

Dalam beberapa kasus, ada banyak saham yang memiliki evaluasi sangat murah.  Padahal, mereka memiliki fundamental yang begitu kokoh.  Hal ini disebabkan oleh banyaknya investor amatir yang merasa panik dan takut.  Umumnya saham tersebut Down side risk-nya mengecil, sedangkan  up-side potential-nya mulai meningkat.  Jadi, anda tidak perlu ragu ketika memasuki pasar secara bertahap.  Yang terpenting adalah jangan panik dan tetap waspada.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan untuk mengurangi harga turun dalam jangka pendek.  Yaitu dengan mengkoleksi saham secara bertahap dan jangan sekaligus.

 tips investor, investasi, bisnis, modal, kelola uang

Menerapkan 4R dalam monitoring

Selain mengatasi krisis percaya diri, portofolio investasi juga harus dimonitor dari waktu ke waktu.  Guna menghadapi perubahan pada komposisi susunan asset ataupun porfolio, untuk itu reoptimasi investasi perlu dilakukan.  Reoptimasi sendiri terdiri dari 4 kegiatan diantaranya reevaluatting, rebalancing, relocating, dan reallocating.

Reevaluating, merupakan tindakan menguji melalui cara mengamati, mempelajari, memahami, serta mengidentifikasi  perubahan.  Rebalancing, merupakan tindakan menjual dan membeli produk investasi dalam portfolio investasi.  Yang bertujuan untuk mengembalikan komposisi asset di dalam portfolio saat ini pada komposisi asset portfolio yang optimal.

Relocating, merupakan tindakan menukarkan suatu asset  dengan asset yang lain pada suatu kelas aset yang sama.  Sehingga tidak akan merubah komposisi dari susunan asset  atau tidak pula merubah profil return serta risiko.  Reallocating, merupakan tindakan penyesuaian terhadap jumlah yang akan anda kontribusikan.  Serta bagaimana kontribusi tersebut akan dilakukan terhadap sebuah jenis kelas asset tertentu di dalam portfolio Anda.

Perhatikan Biaya Reoptimasi

Terdapat 2 jenis biaya yang harus kita pertimbangkan sebelum melakukan reoptimasi investasi.  Biaya yang pertama adalah biaya dari  transaksi. Yaitu selisih dari harga jual beli (bid-ask spread) serta komisi transaksi yang dikenakan.  Biaya yang kedua adalah pajak transaksi.  Pajak tersebut dikenakan pada potensi capital gain atau keuntungan dari penjualan surat berharga.

Nah, itulah beberapa hal yang dapat anda lakukan sebagai investor handal ketika mengatasi berbagai masalah dalam berinvestasi.  Jadilah investor yang percaya diri dan penuh kewaspadaan agar hasil yang didapat lebih optimal.

tips investor, investasi, bisnis, modal, kelola uang

BACA JUGA:

Tips Keuangan Pribadi

Tips Melakukan Manajemen Keuangan dan Berinvestasi

Similar Articles

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Trik Menggunakan Kartu Kredit yang Benar

Trik Menggunakan Kartu Kredit yang Benar 0

Banyak sekali orang yang akhirnya terlilit masalah keuangan karena menggunakan kartu kredit. Lalu, bagaimana jika

7 Setan Pembawa Masalah Keuangan

7 Setan Pembawa Masalah Keuangan 0

Apakah Anda pernah merasa menyesal setelah membeli satu barang dan berpikir bila sebenarnya Anda tidak

Yang Tidak Boleh Anda Lakukan Saat Memiliki Kartu Kredit

Yang Tidak Boleh Anda Lakukan Saat Memiliki Kartu Kredit 0

Bagi sebagian orang, kartu kredit menjadi sebuah solusi keuangan. Memang, kartu kredit bisa memberikan solusi

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *