Teropong Bisnis | Homepage
Cara Mengatasi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar

Cara Mengatasi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar

0 Comments 🕔01.Sep 2013

Nilai tukar rupiah terhadap dollar saat ini makin meningkat. Hal inilah yang menjadikan banyak pelaku bisnis merasa gerah dengan hal tersebut. Ini menyebabkan harga dari berbagai macam produk dan jasa menjadi naik secara signifikan. Jika hal ini terus dibiarkan, sudah barang tentu akan ada banyak sekali masalah ekonomi yang timbul di masa depan nantinya. Hary Tanoesoedibjo, Chief Executive Officer MNC Group, mengatakan bahwa menaikkan suku bunga acuan sekali lagi adalah hal yang harus dilakukan Bank Indonesia supaya bisa menstabilkan nilai tukar rupiah saat ini. Hary juga menambahkan bahwa masih belum terlambat untuk melakukan hal ini. Pihak Bank Indonesia harus bergerak cepat dalam mengambil keputusan karena keterlambatan yang sedikit saja bisa menyebabkan nilai tukar rupiah menjadi makin melemah terus menerus.

Pemicu Melemahnya Nilai Rupiah

Meskipun demikian, Hary mengatakan bahwa kenaikan dari suku bunga acuan yang nantinya akan dilakukan sekali lagi oleh Bank Indonesia akan bisa memberikan dampak dengan menurunkan impor Negara Indonesia ini, yang mana menjadi biang keladi defisit pada neraca perdagangan. Defisit yang terjadi belakangan ini memang dipicu oleh aktivitas perdagangan yang kurang sehat. Ini juga diperparah dengan adanya beberapa oknum yang berusaha untuk mengambil keuntungan pribadi dari aktivitas perdagangan ini. Jika ini terus berlanjut, mau sampai kapan ekonomi Indonesia ini dibiarkan terpuruk? Maka dari itu, harus ada langkah terbaik yang dilakukan oleh pemerintah untuk keluar dari masalah yang pelik tersebut.

1b cara atasi melemahnya nilai tukar rupiah

Kenaikan Suku Bunga Seharusnya 7 hingga 7.5%

Saat ini, kenaikan suku bunga acuan merupakan sebuah hal yang menjadi masalah bagi masyarakat karena hal tersebut juga meningkatkan kredit pembayaran yang harus mereka bayarkan kepada bank nantinya. Namun demikian, naiknya suku bunga acuan, juga disinyalir akan bisa menjadikan kredit yang dikucurkan oleh perbankan menjadi semakin berkurang. Pasalnya, Hary mengatakan bahwa saat ini banyak sekali layanan perbankan yang asyik menyalurkan kredit pada masyarakat tanpa memberikan penjelasan yang signifikan dari mereka mengenai apa fungsi sebenarnya dari layanan perbankan ini. Seharusnya, bank harus mengatur kreditnya supaya bisa lebih produktif dan memberikan manfaat untuk masyarakat banyak. Bukannya malah membuat masyarakat modern saat ini menjadi makin konsumtif dan membeli produk sesuka hati mereka.

Hary menambahkan pula bahwa layanan perbankan yang diarahkan ke sektor yang produktif nantinya akan bisa menjadikan banyaknya lapangan kerja yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Hasilnya ini juga akan mengurangi jumlah angka pengangguran yang ada di Negara Indonesia. Menurut beliau, secara ideal itu BI Rate harus naik dengan jumlah 7 hingga 7.5%. Alhasil, nantinya perekonomian yang ada di Negara ini akan bisa menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Sayangnya, saat ini BI Rate masih berkisar di angka 6.5%. Hary hanya berharap bahwa Bank Indonesia meninjau ulang kebijakan BI Rate yang diberlakukannya tersebut demi kepentingan masyarakat banyak.

1c cara atasi melemahnya nilai tukar rupiah

Similar Articles

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *