Teropong Bisnis | Homepage
Penipuan 1,2 triliun Investasi Gold Bullion

Penipuan 1,2 triliun Investasi Gold Bullion

0 Comments 🕔06.May 2014

Emas adalah salah satu investasi terbaik. Salah satu bentuk emas yang menjadi produk investasi menguntungkan adalah gold bullion. Sayangnya, tidak semua investasi emas berujung keuntungan. Contohnya kasus penipuan investasi emas oleh PT Gold Bullion Indonesia (GBI) yang mencapai Rp. 1,2 triliun.

Menurut Taufik dari Forum Perjuangan Nasabah Gold Bullion, kerugian per nasabah sangatlah besar. Per orang dapat mencapai Rp. 500 juta hingga Rp. 1,2 miliar.

Taufik juga menyatakan bahwa perwakilan GBI, Adi Priantomo Widodo mengungkapkan sudah membayar ganti rugi terhadap dua nasabah. Mereka adalah Krismawan Hadiwinata sebesar Rp. 106,25 juta pada 30 Oktober 2013 dan Irwan Hadiwinata sebesar Rp. 150,62 juta pada 25 Oktober 2013.

Akan tetapi, setelah diklarifikasi oleh Taufik, ternyata hanya satu diantara mereka yang sudah dibayar. Artinya, pihak GBI melakukan kebohongan disini.

Sementara itu, Direktur Utama BGI, Fadzli Mohammed yang berkewarganegaraan Malaysia, sampai saat ini belum dapat ditemukan. Menurut Adi, pihaknya hanya berhubungan dengan Fadzli melalui email.

penipuan 1,2 triliun, gold bullion, investasi emas, nilai tukar rupiah, investasi

Taufik yang juga menjadi korban disini merasa telah dirugikan. Tidak hanya oleh perusahaan penyedia investasi gold bullion ini, tetapi juga oleh pihak berwajib.

Menurut Taufik, ketika pihaknya melaporkan kasus ini kepada Polisi, dia diminta untuk memberikan alamat Fadzli, tersangka utama dalam kasus ini. Tetapi, karena Fadzli sudah kabur dan nomor teleponnya juga berganti-ganti, maka korban penipuan ini tidak dapat memberikan data tersebut. Anehnya, karena hal ini, Polisi mengatakan tidak dapat menangkap Fadzli karena tidak ada data ini. Hal ini menurut Taufik sangat aneh dan tidak masuk akal.

Sebenarnya, kasus penipuan ini sudah muncul sejak bulan Maret tahun lalu. Saat itu pun, kasus ini sudah berhasil dibawa ke meja hijau di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada awal April. Selain itu, kasus ini juga dibahas pada sidang Komisi XI pada September tahun lalu.

Pada persidangan di Pengadilan Niaga, sebenarnya kasus ini sudah diputuskan untuk diselesaikan secara damai. Pihak GBI pun menerima hal ini, bahkan menunjukkan salinan cek sebesar Rp. 500 miliar sebagai jaminan. Akan tetapi, hingga saat ini, pihak GBI tidak juga membayar ganti rugi nasabahnya. Hal ini pulalah yang membuat Taufik dan nasabah lain memutuskan untuk melanjutkan kasus ini.

Dari kasus ini, dapat disimpulkan bahwa investasi emas memang sangat menjanjikan. Akan tetapi, Anda juga harus cermat dalam memilih broker atau perusahaan yang menyediakan investasi ini. Teliti track record mereka, apakah perusahaan ini pernah memiliki kasus hukum atau tidak? Lihat juga prestasi mereka dan kestabilan keuangan perusahaan.

Dengan melihat beberapa aspek diatas, maka Anda dapat memilih perusahan terbaik untuk berinvestasi dengan gold bullion. Dan tentunya, investasi ini tidak sekedar menguntungkan. Tetapi, investasi ini akan dapat menjadi pelindung keuangan Anda di masa mendatang.

penipuan 1,2 triliun, gold bullion, investasi emas, nilai tukar rupiah, investasi

BACA JUGA:

Gara-Gara Hadi, BCA Diincar KPK

Mata Uang Rupiah Masuk High Five Setelah Keluar Dari Fragile Five

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan?

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan? 0

Investasi reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi. Dan, saat ini, ada banyak

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah 0

BI (Bank Indonesia) menyampaikan bahwa pihaknya yakin bahwa BI masih mempunyai kekuatan untuk menjadikan rupiah

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *