Teropong Bisnis | Homepage
Pengusaha Berteriak, Kala DPR Memutuskan TTL Naik

Pengusaha Berteriak, Kala DPR Memutuskan TTL Naik

0 Comments 🕔14.Jun 2014

Listrik dan Bahan Bakar Minyak atau BBM merupakan hal penting dalam proses operasi sebuah bisnis. Bila ada perubahan pada salah satu atau kedua hal ini, maka akan ada dampak langsungnya pada dunia bisnis. Hal ini terjadi, setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL). Kenaikan ini hanya berlaku untuk sektor industri.

Para pengusaha menanggapi keputusan DPR ini dengan kekecewaan. Mereka lebih menerima, bila DPR menaikkan BBM subsidi untuk industri.

Kekecewaan ini juga disampaikan oleh Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Menurut beliau, BBM dirasa tidak terlalu berdampak luas pada banyak sektor. Dengan menaikkan BBM, maka penggunaan anggaran untuk subsidi juga lebih efektif.

Dilain sisi, Ade mengungkapkan, TTL mempunyai dampak yang lebih luas. Listrik digunakan di semua sektor di dunia industri, sehingga, kenaikkan ini dapat mempengaruhi dunia industri. Salah satu dampak yang akan terjadi adalha berkurangnya laangan pekerjaan. Bila dibiarkan, maka akan terjadi masalah besar pada hal ini, seperti menurunnya kemampuan dunia industri dalam penyerap tenaga kerja.

Bila masalah penurunan lapangan pekerjaan ini terjadi, maka dipastikan akan ada penurunan pada daya beli masyarakat. Hal ini akan menimbulkan masalah lain, seperti menurunnya masa produksi perusahaan-perusahaan Indonesia.

Bila di Indonesia tersedia banyak lapangan pekerjaan, maka kondisi negeri kita juga akan baik. Dan, bila daya beli masyarakat menurun, maka dipastikan, dunia bisnis di Indonesia tidak akan berkembang.

Keputusan kenaikan TTL ini disetujui oleh Komisi VII DPR beberapa hari yang lalu. Kenaikan ini akan diberlakukan pada 6 kategori pelanggan TTL. Pemerintah beralasan, cara ini dilakukan untuk menghemat subsidi listrik yang mencapai Rp. 8,51 triliun.

6 kategori yang akan dikenai kenaikkan TTL yang mulai berlaku pada 1 Juli 2014 adalah:

  1. Industri I3 non terbuka (tbk). Kenaikan kategori ini sebesar 11,57% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 4,78 triliun.
  2. Pelanggan rumah tangga R3 (3.500-5.500 Volt Ampere (VA)). Kenaikan kategori ini sebesar 5,7% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 0,37 triliun.
  3. Pelanggan Pemerintah (P2) untuk pengguna daya lebih dari 200 KVA. Kenaikan kategori ini sebesar 5,36% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 0,1 triliun.
  4. Golongan Rumah Tangga (R1) untuk pengguna daya 2.200 VA. Kenaikan kategori ini sebesar 10,43% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 0,99 triliun.
  5. Pelanggan Penerangan Jalan Umum (P3). Kenaikan kategori ini sebesar 10,69% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 0,43 triliun.
  6. Pelanggan Rumah Tangga (R1) untuk pengguna daya 1.300 VA. Kenaikan kategori ini sebesar 11,36% tiap 2 bulan dengan subsidi yang dapat dihemat sebesar Rp. 1,84 triliun.

Dengan adanya kenaikan TTL ini, dipastikan akan ada biaya tambahan pada produksi dunia industri. Jadi, Anda sebagai pebisnis harus bersiap untuk mengatasi hal ini.

ttl, managemen keuangan, dpr, ekonomi, perbankan

BACA JUGA:

KPPU Endus Adanya Praktek Kartel Bank

Beredar Isu Bank Tidak Sehat, OJK Langsung Membantahnya

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan?

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan? 0

Investasi reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi. Dan, saat ini, ada banyak

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah 0

BI (Bank Indonesia) menyampaikan bahwa pihaknya yakin bahwa BI masih mempunyai kekuatan untuk menjadikan rupiah

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *