Teropong Bisnis | Homepage
Kondisi Harga Emas Berjangka Akibat Konflik Timur Tengah

Kondisi Harga Emas Berjangka Akibat Konflik Timur Tengah

0 Comments 🕔25.Jul 2014

Pelaku pasar saham di Amerika Serikat bisa sedikit tersenyum karena harga saham pada bursa di Amerika Serikat mengalami kenaikan. Sayangnya, kabar ini diikuti dengan turunnya harga emas berjangka. Tercatat, pada harus Kamis tanggal 24 Juli 2014, harga emas berjangka mengalami penurunan sebanyak 0.1% untuk pengiriman bulan Desember lalu.

Dengan penurunan 0.1% tersebut maka harga emas berjangka menjadi US$1,306,50 per ounce. Data ini didapat pada pukul 1.36 waktu New York di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange, AS. Sebenarnya, penurunan tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat sejak awal tahun, harga emas sudah mengalami kenaikan mencapai 8.7%.

Ditengarahi, peningkatan harga emas berjangka tersebut adalah karena sentiment konflik di Ukraina dan Timur Tengah. Karena konflik tersebut, kebanyakkan pelaku pasar memilih untuk mengalihkan investasinya ke emas berjangka karena dinilai lebih aman. Bahkan, sehari sebelum terjadinya tragedi penembakan pesawat Malaysia Airline di Ukraina, harga emas masih mengalami kenaikan sebesar 0.4%.

Blake Robben selaku Analis Archer Financial Service, Chicago, AS menyatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa harga emas merosot tajam. Ketegangan geopolitik adalah salah satu penyebab mengapa harga emas melorot. Menurut Blake justru kenaikan saham di tengah laporan keuangan yang menunjukkan kinerja yang baiklah yang menjadi penyebab utama harga emas berjangka mengalami penurunan.

Tahun ini, Indeks Standard & Poor 500 mengalami kenaikan sebesar 7.6%. Sebaliknya, di tahun 2013 harga emas justru mengalami penurunan hingga 28%. Penurunan harga emas berjangka ini merupakan penurunan terbesar selama 3 dekade dengan penyebab yang sama yaitu kenaikan harga saham walaupun ada tanda-tanda bahwa ekonomi Amerika Serikat akan bertumbuh.

Blake juga berpendapat bahwa jika tida ada ketegangan politik maka harga emas tidak akan sampai pada level di atas US$1.300 per ounce seperti sekarang ini. Sama halnya dengan harga emas, harga perak juga mengalami penurunan. Pada bulan September yang lalu harga perak turun 0.1% menjadi US$20.995 per ounce di Divisi Comex.

Bagaimana dampak harga emas dengan memanasnya konflik di Irak? Sebenarnya, saat konflik tersebut memanas harga emas mengalami kenaikan. Dari Amerika Serikat sendiri adalah adanya rencana penghentian stimulus yang justru membuat harga emas sempat naik. Kenaikan ini terjadi pada hari Selasa 17 Juni 2014 yang lalu.

Untuk pengiriman Agustus, harga emas naik sebesar 0.1%. Itu artiny harga emas menjadi US$1.275.30 per ounce. Saat itu level tertinggi harga emas mencapai US$1.285.10 per ounce. Berbanding terbalik dengan Blake, Jeffery Christian selaku Managing Director CPM Group Inc. New York, AS menyatakan bahwa konflik yang berkepanjangan khususnya konflik di negara dengan basis produksi minyak mentah justru membuat investor melakukan aksi beli emas. Bagi Anda yang berencana menjual atau membeli emas, ada baiknya mempertimbangkan informasi terkini agar tidak salah melangkah.

harga emas, emas, konflik timur tengah, ekonomi

BACA JUGA:

7,6 Miliar Bilyet Uang Siap Dicetak Perum Peruri

Angka DSR Indonesia Masih Dinilai Aman

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan?

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan? 0

Investasi reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi. Dan, saat ini, ada banyak

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

BI Ungkapkan Kesiapan Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah 0

BI (Bank Indonesia) menyampaikan bahwa pihaknya yakin bahwa BI masih mempunyai kekuatan untuk menjadikan rupiah

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *