Teropong Bisnis | Homepage
Kelanjutan Penerapan Uang Redenominasi Pasca Pilpres 2014

Kelanjutan Penerapan Uang Redenominasi Pasca Pilpres 2014

0 Comments 🕔22.Aug 2014

Saat ini, pemerintah disibukkan dengan aktivitas penuntasan Rancangan Undang-Undang Redenominasi atau penyederhanaan mata uang. Penuntasan rancangan ini sendiri dilakukan bersama anggota parlemen.

Beberapa waktu lalu rancangan Undang-Undang Redonominasi sempat tertunda. Pasalnya, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak menentu. Chatib Basri selaku Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa dalam rancangan tersebut tidak ada perubahan apapun. Yang menjadi kekhawatiran adalah adanya ketidakpastian situasi makro.

Dengan kondisi yang tidak menentu semacam itu, justru akan dianggap sebagai sanering atau pengurangan nilai mata uang. Anggapan ini memang wajar di tengah kondisi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp. 11.600.

Kendala utama dari penuntasan Rancangan Undang-Undang Redenominasi sendiri sebenarnya terletak pada jangka waktu transisi yang sangat lama. Chatib menuturkan bahwa masa transisi antara uang lama ke uang baru atau redenominasi memakan waktu minimal 6 tahun dan paling lama 10 tahun.

Pemerintah sendiri sudah mulai bergerak dengan bekerja sama dengan pihak Bank Indonesia untuk melakukan proses redenominasi tersebut. Dalam kerjasama tersebut disepakati bahwa akan dilakukan penyederhanaan tiga nol di belakang. Dengan begitu, uang lama danuang redenominasi akan tetap beredar bersamaan dalam masa transisi. Bisa jadi akan beredar uang Rp. 1.000 dan Rp. 1.

Selama masa transisi uang lama akan ditarik sedikit demi sedikit hingga akhirnya masyarakat akan menggunakan uang redenominasi. Karena tidak ada masalah yang terlalu signifikan, maka pihak Bank Indonesia dan pemerintah menargetkan bahwa Rancangan Undang-Undang Redenominasi akan selesai pada tahun ini. Sosialisasi penyederhanaan uang ini juga sudah dilakukan mulai sejak tahun 2013 lalu.

Jika target tersebut meleset tidak akan menjadi masalah dan akan tetap dilanjutkan pada masa pemerintahan yang selanjutnya. Lambok Antonius Siahaan selaku Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI menegaskan bahwa lanjutan pembahasan ini bukanlah menjadi sebuah alasan untuk BI hanya menerbitkan uang kertas NKRI dengan nominal Rp. 100.000 saja di tahun 2014 ini.

Menurut Lambok, pihaknya tidak bisa mencetak dalam sekali dan dalam jumlah besar. Pasalnya, uang redenominasi Rp. 100.000 sudah mulai dicetak pada bulan Juli hingga Agustus 2014 yang lalu. Hasil cetakan uang ini pun masih belum bisa digunakan hingga masa rilis, 17 Agustus 2014 yang lalu.

Kendala mendasar yang dialami oleh Lambok adalah kendala kapasitas. Di sisi lain kebutuhan uang cash di masyarakat masih terus berjalan di masa transisi. Sebagai tahap awal, beberapa restoran sudah mulai menerapkan model uang redenominasi.

Contohnya, jika awalnya dalam buku menu tertera Rp. 50.000 maka saat ini sudah berganti menjadi Rp. 50. Pelaku bisnis mengaku mendapatkan manfaat karena lebih praktis dalam perhitungan keuangan bisnis mereka.

2.Kelanjutan Penerapan Uang Redenominasi Pasca Pilpres 20142

Baca Juga  :

Pemerintah Harus Realisasikan Redenominasi

Redenominasi Rupiah

Similar Articles

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI

Respon OJK Pasca Penetapan Suku Bunga Acuan oleh BI 0

Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga acuan baru dengan nama BI 7-Day Reverse Repo

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan?

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan? 0

Investasi reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi. Dan, saat ini, ada banyak

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial

Lakukan 5 Trik Ini dan Buktikan Bahwa Anda dapat Mandiri Secara Finansial 0

Hidup mandiri secara finansial mungkin impian dari setiap pemuda dan pemudi yang ada saat ini. Hidup dimana

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya

Kenaikan Suku Bunga, Fed, Mulai Memperhatikannya 0

Federal reserve, Bank Sentral dari Amerika Serikat ini kini mulai menahan kenaikan suku bunga yang dimilikinya. Hal

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *