Teropong Bisnis | Homepage
Gairah Baru Industri Uang Elektronik, Dengan Aturan Baru dari BI

Gairah Baru Industri Uang Elektronik, Dengan Aturan Baru dari BI

0 Comments 🕔20.Apr 2014

Teknologi saat ini sudah memasuki setiap jengkal kehidupan masyarakat modern. Hal ini tampak pada banyaknya perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah penggunaan uang elektronik.

Uang elektronik dipandang sangat berguna untuk kehidupan saat ini. Selain lebih aman, karena Anda tidak perlu membawa uang tunai, pembayaran menggunakan uang ini juga lebih mudah. Kemudahan merupakan hal yang dicari oleh banyak orang. Oleh karena itu, penggunaan uang elektronik semakin meningkat saat ini.

Melihat hal ini, Pemerintah, melalui Bank Indonesia tidak tinggal diam. Mereka menerbitkan aturan, dan yang terbaru adalah penyempurnaan aturan yang sudah berlaku. Hal ini diresmikan melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.16/8/PBI/2014 mengenai perubahan atas PBI No.11/12/PBI/2009 mengenai uang elektronik.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Rosmaya Hadi, ada banyak hal yang diatur dalam aturan tersebut. Salah satunya adalah nilai minimum dari rekening uang elektronik pengguna.

artikel keuangan, manageman keuangan, uang elektronik, e-money, ekonomi

Rosmaya juga menambahkan, aturan ini akan memberikan perlindungan lebih kepada pengguna. Hal ini terbukti dengan dilarangnya penerbit uang elektronik untuk membuat persyaratan tambahan. Penahanan uang secara sepihak dan pengenaan biaya untuk penutupan rekening juga dilarang. Aturan ini dibuat karena uang elektronik juga seperti uang pada umumnya, dimana pengguna dapat mengambil seluruhnya.

Rosmaya menjelaskan bahwa uang elektronik tidak sama dengan tabungan. Bila nasabah tabungan ingin menutup rekeningnya, mereka harus mempunyai saldo pada rekening tersebut. Akan tetapi, dengan aturan yang baru ini, pengguna uang elektronik tidak perlu melakukan hal itu.

Aturan ini juga melarang kerjasama eksklusif antara penerbit uang elektronik dengan fasilitas umum. Jadi, SPBU, jalan tol atau MRT, dapat menerima uang elektronik dari semua penerbit.

Akan tetapi, ada beberapa pengecualian pada pemungutan biaya ini. BI memberikan kesempatan pada para penerbit untuk mengenakan biaya pada beberapa aspek. Hal ini dilakukan agar ada persaingan sehat di dunia bisnis penerbitan uang elektronik ini. Jadi, akan ada perkembangan dan pertumbuhan yang berarti di dunia bisnis ini.

Meskipun banyak kemudahan yang ditawarkan oleh uang elektronik, penggunaannya saat ini belum dapat dikatakan memuaskan. Hal ini diakui oleh Rosmaya. Bahkan, aturan pengaturan uang elektronik ini sudah dibuat dan diterbitkan sejak tahun 2009 silam.

Hal diatas pula yang membuat banyak pebisnis tidak tertarik dengan penerbitan uang elektronik. Keuntungan yang didapat terlalu kecil. Hal ini wajar karena biaya yang dipungut hanya berasal dari proses redeem kartu.

Tetapi, aturan yang baru ini akan mengubah semua itu. Rosmaya mengungkapkan, penerbit uang elektronik akan mempunyai hak untuk mengenakan biaya pada beberapa hal. Contohnya biaya penerbitan pertama, penggantian kartu, administrasi rekening dormant, layanan dan fasilitas, isi ulang dan tarik tunai antar bank.

artikel keuangan, manageman keuangan, uang elektronik, e-money, ekonomi

BACA JUGA:

Uang Tunai Akan Dibatasi?

Akuisisi BTN Akhirnya Selesai Dengan Bank Mandiri Sebagai Pemenangnya

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan?

Siap Cicipi Investasi Reksadana yang Menguntungkan? 0

Investasi reksadana dapat menjadi pilihan tepat untuk Anda yang ingin berinvestasi. Dan, saat ini, ada banyak

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil

Mulai Investasi dari Modal yang Kecil 0

Mungkin Anda tidak membayangkan bahwa yang Rp. 1.000.000 yang sepertinya tidak bisa digunakan untuk berbisnis

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *