Teropong Bisnis | Homepage
Rupiah dan IHSG Melemah

Rupiah dan IHSG Melemah

0 Comments 🕔06.Sep 2013

Rupiah kian terpuruk

Berbicara soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini, memang  faktanya sedang terpuruk. Kondisi ini dibuktikan dengan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS  kian hari kian melemah. Berbeda dengan minggu lalu di mana rupiah  terlihat menguat pada nilai sekitar Sembilan ribu-an per-dollar AS, awal pekan ini rupiah kembali melemah hingga sepuluh ribu rupiah untuk satu dollar AS-nya. Bahkan para pengamat ekonomi memprediksikan bahwa kemungkinan besar nilai mata uang rupiah anjlok hingga dua belas ribu rupiah per-dollar AS-nya. Pastinya Bangsa Indonesia tak ingin prediksi ini benar-benar tereleasisasi.

Catatan terkini besarnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yaitu Rp.11.630 per dollar AS. Angka ini menunjukan derajat melemahnya nilai rupiah yang mana semula lumayan tinggi, yaitu Rp.11.390 untuk satu dollar AS.

1. Rupiah dan IHSG Melemah

Fluktuasi IHSG

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mentok berada di angka 22 poin atau sama dengan melemah. Melemahnya poin IHSG disebabkan karena banyaknya investor asing yang menjual sahamnya. Para investor asing ini berstrategi dengan menjual saham-sahamnya, mereka akan memperoleh keuntungan lebih banyak karena nilai mata uang dollar AS yang saat ini sedang mengalami titik tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan terlihat bertambah 41,219 atau sekitar 1,01 persen. Dengan kata lain, levelnya naik menjadi 4.114,674 . Poin ini bisa dikategorikan menguat seiring dengan menguatnya kondisi pasar global. Akibatnya, hari ini para inverstor berlomba-lomba untuk membeli saham-saham yang kemarin sempat dijual demi keuntungan yang mereka harapkan.

Hari ini level tertinggi IHSG mencapai 4.123,728  yang terekam  di awal perdagangan indeks. Tentu saja poin ini menunjukan penguatan yang cukup tinggi. Namun sayang poin tertinggi ini tak bertahan lama karena poin berikutnya menunjukan pergerakan IHSG yang fluktuatif. Di sesi I, IHSG ditutup dengan poin yang cukup tinggi alias naik sebesar 26,049 poin atau setara dengan 0,64 persen. Pada poin ini level IHSG menjadi 4.099,504.  Kondisi ini membuat para investor di negara kita mengincar saham-saham milik bank kelas kakap.

Beruntungnya masih banyak investor yang melakukan aksi beli saham untuk mengimbangi perbuatan para investor asing yang melepas saham-sahamnya. Mekanisme ini kemudian menjadikan pergerakan IHSG  bisa bertahan. Karena jumlah investor asing yang menjual saham-sahamnya jauh lebih banyak sehingga menjadikan kondisi ini tak tahan lama lagi. Dollar yang merangkak naik mendorong para pelaku pasar menjual saham-sahamnya.

Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya anjlok sampai ke titik terendahnya yaitu 4.015,436 . Ternyata titik terendah ini juga dipengaruhi oleh aksi jual saham oleh para investor domestik yang ingin mengambil keuntungan dari situasi naiknya nilai mata uang dollar  AS.

1. Rupiah dan IHSG Melemah2

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *