Teropong Bisnis | Homepage
Mata Uang Asing Masuk Mal

Mata Uang Asing Masuk Mal

0 Comments 🕔26.Dec 2013

Saat ini, ada beberapa pusat perbelanjaan modern yang menyewakan area dengan bayaran mata uang asing. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Selain Undang-Undang diatas, menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Sri Agustina, hal tersebut juga bertentangan dengan dua peraturan Menteri Perdagangan.

Dua peraturan ini adalah Permendag No. 70/2013 berkaitan dengan Pedoman untuk Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, serta Toko Modern dan juga Permendag No. 35/2013 tentang Pencantuman Harga Barang dan Tarif Jasa yang Diperdagangkan.

Pasal 12 Permendag No. 70/2013 sudah menetapkan biaya sewa harus dalam Rupiah. Hal ini juga didukung oleh Pasal 6 (1) mengenai sanksi untuk yang melanggar dan Pasal 6 (2) tentang harga barang atau jasa yang juga harus menggunakan Rupiah.

Meskipun begitu, Pemerintah tidak melarang sama sekali penggunaan mata uang asing ini. Tetapi, ada tempat khusus, seperti toko bebas bea di bandara udara internasional. Transaksi ini juga harus mengikuti UU yang berlaku.

Dibutuhkan ketegasan Pemerintah dalam menegakkan peraturan ini. Hal ini diamini oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi.

mata uang asing

Menurut Sofjan, penggunaan mata uang asing di pasar domestik memberikan banyak masalah, seperti:

  1. Nilai Rupiah terfluktuasi
  2. Dunia usaha terbebani
  3. Membebani pengusaha ritel saat akan menyewa area di pusat perbelanjaan

Menurut Ketua Bidang Ritel Apindo Eddy Hartono di Jakarta, 60 persen mal menggunakan cara diatas. Hal ini dirasa memberatkan pengusaha ritel apalagi dengan kondisi Rupiah saat ini. Hal ini bertambah parah dengan naiknya upah minimum dan tarif listrik yang naik.

Menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky, pemerintah melalui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wajib menjalankan penegakkan hukum terkait dengan masalah ini. Yanuar pun setuju bila semua transaksi domestik harus menggunakan Rupiah.

Bila hal diatas dibiarkan, maka akan semakin banyak orang yang lebih suka menyimpan valuta asing dan tidak menggunakan Rupiah. Hal ini tentu akan menambah masalah pada nilai tukar Rupiah yang sudah mencapai sekitar Rp. 12.000 per dollar AS.

Dollar AS yang semakin hari semakin menguat semakin menekan nilai Rupiah. Sehingga, diperlukan kerjasama dari semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga pelaku usaha agar mencegah penggunaan mata uang asing untuk transaksi di pasar domestik. Hal ini juga disebabkan oleh transaksi domestik tidak termasuk dalam kegiatan impor dan ekspor. Sehingga, penggunaan mata uang asing tidak diperlukan disini.

Yanuar juga menambahkan bahwa Pemerintah melalui BI dan OJK harus memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggar peraturan ini. Bila hal ini dapat dilakukan, maka langkah menuju perbaikan kondisi ekonomi dan nilai tukar Rupiah akan dapat lancar terlaksana.

mata uang asing

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *