Teropong Bisnis | Homepage
Gara-Gara Dolar Menguat, Rupiah Menderita

Gara-Gara Dolar Menguat, Rupiah Menderita

🕔10.Nov 2013

Beberapa waktu yang lalu, dunia ekonomi global digemparkan dengan memburuknya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) karena pemerintahan mereka sedang tutup. Dan, kala itu, banyak pengaruh yang diberikan pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah pengaruhnya terhadap nilai tukar Rupiah.

Dapat dikatakan, saat perekonomian AS memburuk beberapa saat yang lalu, banyak juga dampak negatif yang didapat oleh Indonesia. Tetapi, saat ini, perekonomian AS kembali membaik. Hal ini ditandai dengan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Amerika yang meningkat. Peningkatan yang tercatat saat ini sudah mencapai 2,8 persen.

Ada banyak dampak yang diakibatkan oleh meningkatnya PDB Amerika Serikat ini. Contohnya, dolar menguat  dan banyak investor yang tertarik lagi atau Amerika Serikat memperoleh kepercayaan dari para investor akan perbaikan kondis ekonomi Negeri Paman Sam ini.

Selain itu, nilai dolar AS juga terpengaruh. Seperti banyak diprediksi para analis, nilai dolar AS kembali menguat setelah adanya tren positif dari investor dan perbaikan ekonomi Amerika Serikat setelah keluar dari masalah beberapa waktu yang lalu.

Akan tetapi, menguatnya dolar AS ini berpengaruh sebaliknya pada nilai tukar Rupiah. Dengan dolar menguat, nilai tukar Rupiah kembali melemah.

Seperti yang dicatat oleh Bloomberg, pada pembukaan perdagangan pagi ini pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah melemah. Sebelumnya, Rupiah sempat menguat ke level Rp. 11.393 per USD, tetapi pagi ini, nilai tukar Rupiah melemah hingga mencapai RP. 11.413 per USD.

Yahoofinance juga mencatat kondisi yang sama pada pembukaan perdagangan pagi ini. Menurut Yahoofinance, Rupiah melemah 13 poin atau 0,11 persen menjadi Rp. 11.403 per USD. Meskipun pelemahan ini tidak terlalu signifikan, tetapi, tetap saja mempengaruhi kondisi eknomi dan pasar saham Indonesia.

Masih menurut Yahoofinance, pergerakan Rupiah berada di level Rp. 11.390 sampai Rp. 11.403 per USD. Dapat dikatakan Rupiah masih berada di zona negatif.

Menurut Rangga Cipta, Analis Samuel Sekuritas, Dollar Index banyak diuntungkan dengan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Pengumuman naiknya PDB AS yang mencapai 2,8 persen di kuartal III juga menjadi salah satu faktor pendorong dolar menguat. Hal ini juga menjadi kondisi yang jauh lebih baik dari perkiraan banyak analisis.

Rangga juga mengatakan bahwa kenaikan Dollar Index ini mencapai 0,45 persen. Hal ini juga disertai dengan percepatan tapering yang akan dilakukan dengan kekuatan penuh.

Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja juga ikut membaik. Hal ini ditandai dengan menurunnya klaim asuransi pengangguran, yang artinya, lapangan pekerjaan sudah tersedia.

Rangga juga memprediksi bahwa hari ini, perdagangan saham akan diramaikan dengan banyak aksi jual. Hal ini diakibatkan oleh neraca perdagangan Indonesia yang defisit. Tetapi, nilai Rupiah akan mendapatkan dorongan yang akan membuatnya lebih baik.

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu