Teropong Bisnis | Homepage
Dampak Menguatnya Dollar Terhadap Harga Emas Dunia

Dampak Menguatnya Dollar Terhadap Harga Emas Dunia

🕔02.Nov 2013

Bagi Anda yang sedang atau akan berinvestasi emas, simak terlebih dahulu informasi terkini dari New York. Dikabarkan bahwa pada hari Kamis, 31 Oktober 2013 waktu setempat, emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange ditutup dengan harga yang melorot tajam. Kondisi ini terjadi akibat dari keputusan Federal Reserve AS yang masih mempertahankan skema pembelian obligasi.

Parahnya lagi, kontrak emas yang paling aktif harus kehilangan sekitar 25.6 Dollar AS untuk pengiriman bulan Desember mendatang. Kondisi ini setara dengan 1.9% sehingga ditutup dengan pada posisi 1.323.7 dollar AS per ounce saja. Di sisi lain, The Fed memang memutuskan untuk mempertahankan tingkat kecepatan pembelian obligasi senilai 85 miliar AS per bulan.

Terkait hal ini, The Fed yakin bahwa mereka bisa segera memangkas pembelian tersebut. Tentunya, ini juga terkait dengan prospek ekonomi bank sentral AS yang terlihat lebih cerah dari perkiraan. Menurut beberapa analis, salah satu fokus pada pertemuan kebijakan The Fed pada bulan Desember nanti adalah membahas mengenai pengurangan stimulus.

Sebagai informasi, dollar yang saat ini tengah menguat justru melemahkan harga emas. Ini karena nilai tukar dolla naik terhadap mata uang utama lainnya. Selain itu, ini terjadi pada kondisi ekspektasi jalur kebijakan yang berbeda oleh bank sentral AS dan Eropa. Dapat diperkirakan bahwa secara teknis, emas masih akan tetap pada jalur bullish.

Kondisi ini akan tetap bertahan karena faktanya permintaan emas fisik juga masih kuat. Hal ini senada dengan perkiraan beberapa analis. Sebagai informasi, pada bulan September nilai emas sudah menurun hingga 4.9% sedangkan pada bulan Oktober nilainya juga masih menurut sebesar 0.3%. Sama halnya dengan perak.

Tercatat, perak juga mengalami kemrosotan tajam untuk pengiriman bulan Desember mendatang. Menurut pantauan, nilainya hanya menjadi 1.116 dollar AS atau sekitar 4.86% dan ditutup pada 21.867 dollar AS per ounce.

Lalu bagimana dengan platinum? apakah produk ini mengalami nasib yang sama dengan emas dan perak? Nyatanya, nasib nilai platinum juga tidak jauh berbeda. Untuk pengiriman bulan Januari saja nilainya turun sebanyak 31.5 dollar AS atau 2.13% sehingga ditutup pada 1.448.4 dollar AS per ounce. Jika dibandingkan, ternyata kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi haru Rabu, 29 Oktober 2013.

Kemarin, data ekonomi Amerika Serikat sangat bervariasi. Kontrak paling aktif untuk pengiriman bulan Desember juga turun sebanyak 6.7 dollar AS atau 0.5% dan ditutup pada posisi 1.345.5 dollar AS per ounce.

Tentu saja, kondisi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi emas pada hari Kamis yang lalu. Menurut data dari The Conference Board di hari Selasa yang lalu, indeks kepercayaan konsumen juga melorot menjadi 71.2 untuk bulan Oktober dan 80.2 pada bulan September.

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu