Teropong Bisnis | Homepage
Dampak Kepercayaan Investor Pada Dollar Dibandingkan Rupiah

Dampak Kepercayaan Investor Pada Dollar Dibandingkan Rupiah

🕔01.Nov 2013

The Fed menyatakan bahwa perekonomian Amerika Serikat masih belum kuat jika berjalan tanpa stimulus. Pernyataan ini dilontarkan oleh The Fed pada dini hari tadi. Sebagai hasilnya, sentimen ini langsung ditanggapi oleh pasar. Investor rupanya lebih percaya kepada dollar AS yang bisa dikatakan sebagai safe heaven.

Menurut catatan Bloomberg, pada pembukaan perdagangan pagi ini, non-delivery forward atau NDF kembali melemah sebanyak 60 poin atau 0.54% menjadi Rp. 11.235 per US$. Sedangkan menurut pantauan Yahoofinance, Rupiah berada di level Rp. 11.170 per US$. Dalam kasus ini, Rangga Cipta selaku Ekonom Samuel Sekuritas menyatakan bahwa The Fed menyalahkan hal ini kepada kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal tersebut justru terus menghambat pertumbuhan ekonomi.

Tidak peduli tanpa adanya tapering namun pasar melihatnya sebagai adanya  indikasi penundaan tapering. Dengan begitu, dipertahankannya stimulus justru direspon dengan menguatnya Dollar Indeks. Sebaliknya, Dow Jones dan S&P 500 justru terpangkas cukup signifikan dengan adanya sinyalemen ini. The Fed tetap menyatakan bahwa pasar masih akan tetap dipengaruhi oleh pengumuman data-data yang ada di perekonomian AS. Data-data tersebut termasuk data penyerapan tenaga kerja dan data sektor perumahan.

Memang, kemarin pasar Asia mengalami pergerakan yang positif. Pergerakan ini terjadi akibat hasil buruk data perekonomian AS. Lebih lanjut lagi, pergerakan tersebut juga dilandasi adanya harapan penundaan tapering. Sayangnya, tidak semua mata uang berhasil mengalami penguatan terhadap dollar AS.

Sebagai contoh adalah Rupiah sendiri yang terus melemah baik di kurs Jisdor ataupun kurs NDF. Hal ini berlangsung selama satu bulan terakhir bahkan sampai kemarin sore. Pagi ini saja, pada pembukaan perdagangan kurs spot Rupiah naik menjadi Rp. 11.208 per US$. Umumnya, hal ini terjadi karena adanya tekanan permintaan dollar AS yang sangat tinggi khususnya pada akhir bulan.

Bagaimana dengan kondisi esok hari? Sepertinya aroma defisit masih akan tetap kembali kepermukaan. Kondisi ini didasarkan pada data neraca perdagangan. Diprediksikan, Rupiah juga masih terus melemah khususnya kerena Dollar Indeks yang masih terus menguat. Bahkan hari ini optimisme adanya penundaan tapering semakin kecil.

Seperti diberitakan, kemarin, 30 Oktober 2013 Rupiah juga ditutup dalam keadaan melemah. Kemungkinan besar pelemahan ini disebabkan karena investor lebih berharap bahwa The Fed masih akan terus melanjutkan stimulus moneternya. Kemarin saja, Bloomberg memberikan informasi bahwa Rupiah mengalami pelemahan sebanyak 72 poin atau 0.65% dan ditutup pada posisi Rp. 11.175 per US$. Pergerakan hariannya ada di kisaran Rp. 11.126 per US$.

Di sisi lain, kemarin Yahoofinance mencatat adanya kenaikan pada Rupiah sebanyak 75 poin atau 0.67% dan ditutup pada kisaran Rp. 11.180 per US$. Pergerakan hariannya berkisar antara Rp. 11.175 hingga Rp. 11.221 per US$.

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu