Cara Menguatkan Nilai Tukar Rupiah yang Semakin Terpuruk

Artikel Keuangan
3.Cara Menguatkan Nila Tukar Rupiah yang Semakin Terpuruk1

Beberapa orang Indonesia memilih untuk menyimpan dana mereka di negara lain. Contohnya saja, diperkirakan ada sekitar 140 miliar dollar AS dana milik orang Indonesia. Jika dihitung dengan kurs dollar AS saat ini yang sudah mencapai Rp. 12.000 per dollarnya, maka dana tersebut jumlahnya mencapai Rp. 1.680 triliun.

Jumlah ini sangatlah fantastis yang bahkan melebihi pendapatan APBN tahun 2014. Perlu Anda ketahui bahwa pendapatan APBN tahun 2014 hanya mencapai Rp. 1.667 triliun saja. Lalu, apa kaitannya dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang semakin melemah ini? Menurut Difi Ahmad Johansyah selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, dana tersebut harusnya dibawa ke Indonesia.

Dengan begitu, kondisi nilai tukar rupiah terhadapa dollar AS akan semakin menguat. Jika nantinya dana tersebut memang dibawa ke Indonesia, BI juga harus bekerja ekstra dengan mensterilkan uang tersebut. Ini karena uang yang beredar akan bertambah. Hal serupa diungkapkan oleh ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto.

Ia mengatakan bahwa memang dana tersebut sangat penting untuk dibawa lagi ke Indonesia. Alasannya adalah karena dana tersebut mampu menopang likuiditas valas yang ada di dalam negeri. Dana tersebut sangat berguna di Indonesia karena dapat digunakan sebagai dana produktif. Contohnya, dana tersebut bisa digunakan sebagai investasi langsung.

Selain menopang penguatan dan kestabilan nilai tukar rupiah, dana yang ada di luar negeri tersebut bisa digunakan untuk menguatkan ekonomi Indonesia termasuk memperbaiki necara pembayaran Indonesia atau NPI. Langkah selanjutnya adalah dengan mencari cara agar dana yang masih tersimpan tersebut bisa ditarik kembali.

Tentunya, hal tersebut menjadi pihak terkait yaitu pemerintah dan Bank Indonesia. Sebagai informasi tambahan, NPI pada triwulan III tahun 2013 mengalami defisit 2.645 miliar dollar AS. Kondisi ini tidak berubah bahkan cenderung memburuk dengan nilai defisit mencapai 6.615 miliar dollar AS pada triwulan I dan pada triwulan II mencapai 2.477 miliar.

Pihak Bank Indonesia melalui Agus DW Martowardojo selaku Gubernur BI menyatakan bahwa pihaknya tengah membahas skema penarikan dana tersebut. Selain itu, mereka juga masih mendiskusikan hal tersebut dengan pemerintah. Cara India dalam menarik dana warganya bisa menjadi contoh. Pemerintah India menawarkan deposito tanpa pajak dan cara tersebut terbukti efektif.

Jika terpaksa dana tersebut tidak bisa kembali dalam bentuk uang maka bisa dipikirkan dalam bentuk lain seperti bentuk ekuitas atau dalam bentuk penanaman modal. Memang, pemberian amnesti pajak sangat efektif tapi hal ini dirasa cukup sulit dan harus diterapkan secara menyeluruh tanpa mengindentifikasi terlebih dahulu asal uang tersebut.

Negara lain yang pernah menjalankan cara tersebut adalah Italia untuk menarik 150 miliar dollar AS. Rupanya, cara ini sangat rumit khususnya dalam hal legalitas dan politiknya. Semoga pemerintah cepat menemukan solusi agar nilai tukar rupiah segera kembali menguat.

Be Sociable, Share!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *