Teropong Bisnis | Homepage
Berbagai Hal yang Mempengaruhi Pengelolaan Utang Negara Menurut BPK

Berbagai Hal yang Mempengaruhi Pengelolaan Utang Negara Menurut BPK

0 Comments 🕔02.Oct 2013

BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan menilai bahwa desain serta pelaksanaan kerangka ekonomi makro pengelolaan utang negara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2010-2012 belum bisa dibilang efektif dalam menjaga kesinambungan fiskal di negara kita. Hadi Poernomo, Ketua BPK, pada hari Selasa (1/10/2013) mengatakan di Gedung DPR Jakarta bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi tidak efektifnya kerangka ekonomi makro pengelolaan utang yang dilakukan oleh pemerintah negara kita. Faktor pertama yang mempengaruhi hal tersebut yaitu belum adanya dasar hukum yang mengatur pengelolaan kewajiban kontingen. Faktor kedua yaitu kenyataan bahwa belum semua unsur kesinambungan fiskal dipertimbangkan ketika penyusunan APBN dilakukan.

Sementara itu, faktor ketiga yang mempengaruhi tidak efektifnya kerangka ekonomi makro pengelolaan utang negara di Indonesia yaitu belum adanya kerangka kerja yang digunakan dalam proses penyelarasan aset serta utang yang dikelola oleh otoritas fiskal dan moneter. Sementara itu, desain serta pelaksanaan pengelolaan utang telah dinilai efektif dalam menjaga kesinambungan fiskal di negara kita. Akan tetapi, Hadi juga menyatakan bahwa pihaknya masih menemukan adanya beberapa permasalahan baru yang masih harus diperbaiki dalam desain serta pelaksanaan strategi tersebut. Beberapa permasalahan tersebut diantaranya adalah strategi pengelolaan utang jangka menengah yang masih  belum komprehensif serta belum dilakukannya review strategi bersifat kuantitatif sampai saat ini.

Hadi juga menungkapkan bahwa pemerintah juga belum mendokumentasikan semua faktor yang dianggap turut mempengaruhi keputusan dalam hal penetapan owners estimate surat utang negara. Selain itu, Hadi juga mengungkapkan bahwa pemerintah kita juga belum mempunyai pedoman teknis yang bisa digunakan dalam penetapan struktur portofolio, kupon, serta efektif cost. Hadi juga menambahkan bahwa pemerintah juga belum punya kerangka penyelarasan aset dan hutang dalam neraca pemerintah pusat. Bukan itu saja, menurut Hadi, pemerintah juga belum mempunyai suatu bentuk strategi serta kebijakan yang memadai yang bisa digunakan dalam mempertahankan kepemilikan individu pada SBN ritel maupun mengembangkan pasar SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara.

Jumlah utang negara sendiri, seperti diketahui, mengalami peningkatan pada periode tahun 2007-2011 dimana jumlah utang yang semula sebesar Rp. 1.385,55 triliun meningkat menjadi sebesar Rp. 1.804,37 triliun pada tahun 2011. Menurut keterangan Hadi, pemerintah Indonesia telah secara bertahap berusaha mengurangi jumlah pinjaman luar negeri sehingga jumlah porsi SBN dari total utang pun menjadi lebih besar. Per 31 Desember 2007, saldo SBN sendiri adalah sebesar Rp. 799,19 triliun dan tercatat pada akhir tahun 2011 lalu, jumlah tersebut meningkat pesat menjadi Rp. 1.183 triliun rupiah. Untuk itu, diperlukan strategi yang baik untuk melakukan pengelolaan utang negara supaya jumlah total utang negara kita tidak terus meningkat setiap tahunnya.

Similar Articles

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan

6 Tips Sederhana Bebas Masalah Keuangan 0

Masalah keuangan seringkali hadir dalam hidup Anda dikarenakan Anda tidak dapat mengatur bagaimana penggunaan uang Anda.

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan?

Benarkah Reksa Dana dapat Dihibahkan? 0

Berbicara mengenai masalah aset, kemudian hibah dan juga warisan memang tidak dapat dipisahkan antara satu

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia

Pengakuan RMB (Renminbi) Tiongkok Sebagai Mata Uang Dunia 0

Baru-baru ini IMF atau Dana Moneter Internasional mengambil sebuah keputusan yang berhubungan dengan SDR yaitu

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *