Teropong Bisnis | Homepage
Molen Arab, Besar Ukurannya, Besar Pula Keuntungannya

Molen Arab, Besar Ukurannya, Besar Pula Keuntungannya

0 Comments 🕔22.Jan 2014

Dimulai saat Syaiful Burhan membutuhkan uang untuk membayar uang kost, dia berhasil membangun bisnis dengan omzet Rp. 100 juta per bulan. Bisnis makanan kecil bernama ‘Molen Arab’ ini ternyata sangat berkembang, meskipun usahanya masih berumur setahun.

Syaiful memberi nama usahanya Molen Arab karena bentuk pisang molen yang dijualnya beda dengan lainnya. Yang membedakan ukurannya yang sangat besar.

Syaiful memulai usahanya ini pada April 2013 saat ada masalah dengan uang kos. Sebenarnya dia malu untuk meminta uang kepada orang tuanya. Tetapi, karena keadaan saat itu mendesak, dia terpaksa meminta uang kepada orang tuanya.

Syaiful mengaku malu untuk terus meminta uang kepada orang tuanya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menggunakan uang yang didapatnya tersebut untuk memulai usaha. Hal ini dilakukan agar dia tidak terlalu menggantungkan kebutuhannya kepada orang tuanya.

Syaiful sendiri sudah jauh dari orang tuanya sejak kelas 2 SD. Dia berasal dari Jawa, kemudian pindah dan besar di Papua. Masa SMP dan SMA dia habiskan di Bogor dan sekarang kuliah di USU Medan.

molen arab, usaha, bisnis, usaha makanan

Mahasiswa Universitas Sumatera Utara berusia 20 tahun ini mengakui bahwa makanan pisang molen merupakan salah satu makanan favoritnya. Oleh karena itu, dia memilih makanan ini sebagai produk usahanya.

Tetapi, yang menjadi masalah, kebanyakan produk pisang molen yang Syaiful nikmati hanya berukuran kecil. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat pisang molen dengan ukuran jumbo. Dia berpikir dengan sekali memakan pisang molen buatannya ini, orang pasti akan merasa kenyang.

5 kali gagal dalam uji coba membuat Molen Arab miliknya. Tetapi setelah berhasil, dia dapat menjual habis 50 Molen Arab buatannya hanya dalam 1 jam ke teman-teman kampusnya.

Syaiful menggunakan modal Rp. 1,8 juta dan 3 orang pegawai saat memulai usahanya ini. Dalam seminggu, dia dapa memproduksi 400 buah Molen Arab. Bahkan, sebulan setelah memulai usahanya ini atau pada Mei 2013, dia sudah dapat membayar kos, gaji pegawai bahkan membeli motor sendiri secara tunai.

Tidak hanya sampai disitu. Pada bulan kedua, Syaiful menggunakan sistem agen untuk menjual pisang molen buatannya. Hasilnya, dia berhasil membuat 1.000 Molen Arab per hari dan omzet hingga Rp. 100 juta per bulan.

Syaiful mengatakan pegawai yang bekerja dengannya saat ini ada 16 orang. Bulan Februari tahun ini, ada 26 orang yang akan menjadi pegawainya.

Syaiful masih fokus memasarkan Molen Arab buatannya di daerah Medan terlebih dahulu. Tetapi, ke depannya, dia mengaku ingin mengembangkan usahanya sampai ke kota-kota lainnya.

Menurut Syaiful, kunci suksesnya adalah tidak menyerah dan berani mencoba. Dia mengaku nekad memulai usaha ini dan mengorbankan banyak hal. Tetapi, memang hasilnya memuaskan.

molen arab, usaha, bisnis, usaha makanan

BACA JUGA:

Omzet Yang Menggoda Dari Bisnis Warung Tenda

Sukses Besar dengan Pecel Madiun

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca 0

Banyak artis terkenal yang juga sukses menjalankan usaha mereka, yang dapat Anda lihat dan jadikan inspirasi

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil 0

Pada suatu pagi di bulan Februari 2016, ada seorang pria yang memesan banyak pensil dan

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana 0

Ada banyak orang sukses yang dapat Anda jadikan inspirasi usaha untuk membuat usaha Anda berkembang dan sukses.

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda 0

Salah satu hal terpenting dalam sebuah bisnis adalah kepercayaan dari konsumen. Untuk hal satu ini,

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *