Teropong Bisnis | Homepage
Kecintaan Terhadap Video Stop-Motion Membuka Pintu Kesuksesan Untuk Firman

Kecintaan Terhadap Video Stop-Motion Membuka Pintu Kesuksesan Untuk Firman

🕔11.Nov 2013

Tahun 1980 mungkin menjadi tahun dimana awal kesuksesan Firman Widyasmara bermula. Berawal dari menonton acara anak-anak pada waktu itu, Firman lalu jatuh cinta pada dunia animasi, dalam hal ini adalah seni video stop-motion. Hal ini pulalah yang membuat dia menasbihkan dirinya sebagai stop-motion enthusiast atau penggemar animasi stop-motion pada halaman situs miliknya.

Tahun 1996, Firman lulus dari SMA dan ingin melanjutkan ke Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD-ITB). Akan tetapi, mimpinya untuk masuk ke fakultas pilihannya ini kandas karena tidak lulus tes buta warna parsial. Akhirnya, Firman masuk ke Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran.

Memang, jurusan yang dia masuki tidak mempunyai hubungan dengan dunia animasi. Tetapi, ketertarikan Firman akan dunia video stop-motion tidak terbendung. Dia tetap berlatih dan menggeluti dunia ini.

Saat kuliah, Firman juga bekerja sampingan. Dia menjadi pekerja lepas di majalah MTV Trax Jakarta sebagai ilustrator. Karena pekerjaan ini, kuliahnya sempat terhambat dan akhirnya lulus setelah tujuh tahun atau tepatnya pada tahun 2003.

Meskipun cinta dunia seni, Firman tetap menggunakan ilmu dan gelar yang didapat dari universitasnya untuk bekerja. Dia bekerja pada salah satu bank. Dan, tahun 2004 dia memutuskan untuk keluar.

Firman akhirnya bergabung di studio animasi Hellomotion di Jakarta. Dia menjadi animator dan pengajar di studio ini.

Setelah 3 tahun bergabung, Firman akhirnya memutuskan untuk keluar. Dia membentuk komunitas pecinta karya seni yang dia sukai, video stop-motion. Dia namakan komunitas ini dengan nama Komunitas Lanting.

Pada awalnya, komunitas ini hanya menjadi ajang kumpul dan diskusi. Tetapi, karena banyak pesanan untuk membuatkan video stop-motion datang, maka, komunitas ini berubah menjadi studio animasi komersial yang mengerjakan proyek video stop-motion, video dua dimensi dan tiga dimensi.

Firman menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan dimana-mana, seperti lilin, kertas, kawat dan lainnya. Proses pengerjaan menjadi kunci penting dalam proses pembuatan video ini. Contohnya, saat membuat video dengan bahan lilin, maka lilin dapat meleleh karena pencahayaan saat pemotretan.  Disini diperlukan strategi untuk mengatasinya.

Untuk tarif, Studio Lanting menggunakan konsep, bahan baku dan lama pengerjaan sebagai dasar penentuan tarif. Pernah suatu ketika, Firman memasang tarif Rp. 70 juta untuk video stop-motion berdurasi 3 menit. Bahan yang digunakan memang sederhana, seperti karton, kain dan lainnya, tetapi proses pengerjaannya cukup rumit.

Firman juga mempunyai beberapa saran untuk anda yang ingin membuat video stop-motion. Yang paling penting adalah penggunaan bahan baku. Anda harus kreatif agar benda mati ini dapat bergerak layaknya benda hidup.

Selain itu, Anda harus terus berlatih dan jangan takut gagal. Dengan demikian, karya Anda akan menjadi lebih baik lagi.

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca 0

Banyak artis terkenal yang juga sukses menjalankan usaha mereka, yang dapat Anda lihat dan jadikan inspirasi

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil 0

Pada suatu pagi di bulan Februari 2016, ada seorang pria yang memesan banyak pensil dan

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana 0

Ada banyak orang sukses yang dapat Anda jadikan inspirasi usaha untuk membuat usaha Anda berkembang dan sukses.

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda 0

Salah satu hal terpenting dalam sebuah bisnis adalah kepercayaan dari konsumen. Untuk hal satu ini,