Teropong Bisnis | Homepage
Eka Tjipta Widjaja Orang Terkaya Nomor 142 di Dunia, Benarkah?

Eka Tjipta Widjaja Orang Terkaya Nomor 142 di Dunia, Benarkah?

0 Comments 🕔27.Sep 2013

Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinarmas group, kini menempati posisi 142 jajaran orang terkaya di dunia, dan orang terkaya nomor satu di Indonesia menurut Bloomberg Billionaires. Perubahan posisi ini menggeser kedudukan dua bos Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono yang sebelumnya menjadi orang terkaya nomor wahid di Indonesia.

Duo bos Djarum tersebut kini menempati posisi 176 dan 177. Hal tersebut diperkirakan karena sepanjang tahun 2013, kekayaan mereka menyusut 22 persen sedangkan kekayaan Eka hanya menyusut hingga angka 6 persen saja.

Eka Tjipta Widjaja sendiri memiliki kekayaan mencapai 8.4 miliar dollar AS sedangkan karena menyusutnya jumlah kekayaan mereka, jumlah kekayaan duo bos Djarum mencapai 7.2 milliar dolar AS dan 7.3 milliar dolar AS. Pencapaian bos Sinarmas menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia ini pun bukan tanpa alasan.

Sinarmas merupakan produsen minyak sawit terbesar nomor dua di dunia, dan Eka adalah pendirinya. Eka Tjipta Widjaja sendiri juga memiliki kebun kelapa sawit di berbagai lokasi di Indonesia dan juga membeli Bank Internasional Indonesia pada tahun 1982.

Namun Managing Director Sinar Mas, G. Sulistyanto menyebutkan bahwa penetapan Eka Tjipta Widjaja pada peringkat 142 orang terkaya di dunia merupakan hal yang perlu direvisi. Pihak Sinarmas menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diluruskan terkait dengan penetapan tersebut.

G. Sulistyanto menyebutkan bahwa Sinarmas merupakan brand yang digunakan oleh perusahan-perusahaan dengan sejarah dan nilai korporasi yang sama, tetapi masing-masing dari perusahaan tersebut mandiri dengan manajemen masing-masing. Selain itu sejak tahun 2004, Eka Tjipta Widjaja memutuskan untuk fokus di kegiatan sosial dan tidak lagi terlibat secara langsung dalam manajemen perusahaan Sinarmas.

G. Sulistyanto sendiri membenarkan bahwa selain Sinarmas bukan merupakan perusahaan induk, Eka Tjipta Widjaja juga sudah lama tidak turun tangan langsung di dalam pengelolaan perusahaan yang berada di bawah nama Sinarmas sehingga penempatan beliau sebagai orang terkaya nomor 142 di dunia perlu direvisi lagi.

Karena Sinarmas bukanlah perusahaan induk, maka lembaga yang menghitung asset keseluruhan Sinarmas jelas melakukan kekeliruan karena manajemennya berbeda-beda. Perusahaan-perusahaan tersebut terkelompok ke dalam 6 pilar bisnis yang terdiri dari beberapa sector seperti kertas, jasa keuangan, dan lain-lain.

Namun pihak Sinarmas mengaku tetap mengapresiasi setiap aktor yang terlibat dalam hal ini, termasuk media. Namun pihaknya juga menambahkan bahwa upaya tersebut juga harus didasarkan pada riset yang akurat sehingga kesalahan-kesalahan persepsi seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Karena penetapan pencapaian luar biasa seperti ini jika tepat, bisa menginspirasi dan memotivasi entrepreneur Indonesia untuk terus meningkatkan diri dan kualitasnya.

Similar Articles

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho!

TIKI EXPO, Event Seru Dan Menarik Untuk Kamu Dan Bisnismu Lho! 0

Nama TIKI pasti ngga akan begitu asing lagi ya di telinga kita semua, tentu aja

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca

Inspirasi Usaha Keluarga ala Mecca 0

Banyak artis terkenal yang juga sukses menjalankan usaha mereka, yang dapat Anda lihat dan jadikan inspirasi

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil

Ini Dia Wanita yang Sukses dengan Bisnis Toko Pensil 0

Pada suatu pagi di bulan Februari 2016, ada seorang pria yang memesan banyak pensil dan

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana

Inspirasi Usaha dari Orang Kaya Paling Sederhana 0

Ada banyak orang sukses yang dapat Anda jadikan inspirasi usaha untuk membuat usaha Anda berkembang dan sukses.

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda

Melihat Pentingnya Kepercayaan sebagai Inspirasi Bisnis Anda 0

Salah satu hal terpenting dalam sebuah bisnis adalah kepercayaan dari konsumen. Untuk hal satu ini,

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *