Tantangan Ekonomi: Inflasi dan Kenaikan Upah Buruh

Teropong Ekonomi
Tantangan Ekonomi: Inflasi dan Kenaikan Upah Buruh

Kebanyakan dari Anda yang bukan pengamat ekonomi tidak akan terlalu memperhatikan berita maupun analisis seputar dunia ekonomi. Hal yang sama juga kerap dilakukan oleh para pebisnis yang beberapa di antaranya merasa tidak perlu tahu tentang perkembangan ekonomi terbaru. Padahal, informasi semacam itu sangatlah penting, setidaknya sebagai indikator yang bisa membantu seorang pebisnis merancang langkah-langkah manajemen terkait dengan kondisi ekonomi kekinian.

Salah satu bahan yang bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui kondisi ekonomi kekinian sudah disediakan oleh Bank Dunia. Terbitan bertajuk East Asia Update memberikan para pebisnis analisis tentang informasi terkini Asia Timur yang memuat bermacam analisis tentang kondisi sosial dan ekonomi dari kawasan ini. Termasuk di dalam laporan berkala tersebut adalah Indonesia.

Manfaatkan Sumber Informasi Ekonomi Terbaru

Berbagai jenis informasi ekonomi terbaru sudah disediakan setiap hari dan ini tidak terbatas pada laporan Bank Dunia saja. Ragam informasi menyediakan referensi bagi setiap pebisnis yang bermaksud menanamkan modalnya di berbagai bidang. Ambillah satu contoh lagi, misalnya, sebuah berita yang dirilis oleh situs Bisnis.com pada 9 mei 2013 yang menyebutkan bahwa harga emas COMEX naik sampai ke poin tertinggi berkat menguatnya permintaan yang berasal dari Asia.

Tentu ini adalah kabar baik bagi Anda yang berbisnis di bidang investasi emas. Anda juga bisa menghitung berapa ekspektasi keuntungan yang Anda dapatkan berkat kenaikan harga emas COMEX yang saat ini telah mencapai US$ 1.473,7 per ons. Untuk mendapatkan informasi ekonomi, Anda hanya perlu rajin mengunjungi situs berita online atau blog yang rajin mengupdate berita seputar dunia ekonomi.

Isu ekonomi Terbaru: Tantangan Inflasi dan Kenaikan Upah Buruh

Salah satu kabar buruk ekonomi Indonesia yang mungkin bisa dipertimbangkan adalah isu inflasi. Tantangan inflasi menjadi cukup berat karena meningkatnya harga pangan. Inflasi di masa-masa mendatang turut diperparah oleh hambatan infrakstruktur dan distribusi yang ternyata belum efisien. Sementara pada saat bersamaan para pelaku ekonomi yang hanya tahu bagaimana berburu keuntungan dari penjualan komoditas pangan. Guna meredam gejolak macam ini, Bank Sentral berencana menggulirkan beberapa langkah kebijakan yang berupaya untuk menekan resiko pada sisi distribusi dan produksi. Kebijakan macam ini diharapkan mampu mengelola harapan inflasi yang pada gilirannya akan mampu merejam gejolak harga pangan.

Dari sisi ekonomi yang lain, kenaikan upah buruh juga agaknya memberikan dampak berupa keinginan hengkang yang disuarakan beberapa investor asing. Kebijakan kenaikan upah, menurut beberapa sumber, merupakan kebijakan yang merugikan investor karena berpotensi menaikkan beban ongkos produksi. Kebanyakan investor berpendapat bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang kurang kondusif dan tidak melindungi kepentingan investor. Hengkangnya investor asing berarti berkurangnya lapangan pekerjaan; sebuah hal yang tentu saja berdampak terhadap stabilistas ekonomi negara secara keseluruhan.

Be Sociable, Share!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *