Teropong Bisnis | Homepage
SPBU Takut Naikan Harga Meski BBM Langka

SPBU Takut Naikan Harga Meski BBM Langka

0 Comments 🕔28.Aug 2014

Belakangan ini hampir semua SPBU di kota-kota besar mengalami kelangkaan BBM bersubsidi. Akibatnya banyak kendaraan baik kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4 mengantri hingga berjam-jam hanya untuk mengisi tangki kendaraan. Kelangkaan BBM bersubsidi ini disebabkan oleh karena pembatasan BBM bersubsidi di APBN tahun 2014 yang semula berjumlah 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter. Pembatasan ini dilatar belakangi diturunkannya kuota BBM bersubsidi. Meski terjadi kelangkaan, pihak penjual seperti SPBU-SPBU enggan menaikan harga BBM bersubsidi. Sebagian besar pengelola SPBU mengaku tidak memiliki keberanian untuk menaikan harga BBM bersubsidi karena harga BBM sudah di-setting di dalam monitor mesin nozzle. Memang benar petugas Pertamina sudah menentukan harga BBM baik BBM subsidi maupun BBM non-subsidi di mesin nozzle tiap SPBU. Apalagi di Jakarta, SPBU-SPBU di Jakarta sulit untuk menaikan harga BBM karena semua mesin nozzle selalu dipantau oleh petugas pertamina, khususnya setting-an harga baru.

Jika terdapat pengelola SPBU yang terbukti menaikan harga BBM-nya (baik BBM subsidi maupun BBM non-subsidi), pihak Pertamina akan memberikan sanksi tegas berupa penghentian atau pemblokiran distribusi BBM hingga masa pencabutan izin. Dengan kata lain, SPBU pelanggar tidak akan mendapatkan kiriman BBM hingga waktu yang ditentukan. Ada satu sanksi yang jauh lebih berat lagi bagi SPBU pelanggar, yaitu pencabutan izin usaha. Sanksi ini termasuk dalam kategori sanksi yang paling berat. Pihak Pertamina juga akan selalu memeriksa untuk mencegah usaha penimbunan BBM. Pertamina pastinya dapat mengenali tindakan-tindakan yang berpotensi ke arah penimbunan BBM. Pertamina sudah hafal gerak-gerik para penimbun BBM karena mereka mudah terbaca.

SPBU juga tidak melayani konsumen yang membeli BBM dalam jumlah yang banyak. Jika dulu SPBU masih melayani pembelian BBM dengan menggunakan wadah jerigen, tidak dengan saat ini. SPBU jelas tidak melayani konsumen dengan jerigen-jerigenya. Alasannya para konsumen yang membeli BBM dengan menggunakan wadah jerigen berpotensi sebagai penimbun. Apalagi jika mereka berulang kali membeli BBM dengan menggunakan wadah jerigennya. Para penimbun  juga sering membeli BBM melebihi kapasitas tangki kendaraannya.Meski sudah ada larangan membeli BBM dalam jumlah besar seperti wadah jerigen, tetap saja banyak konsumen yang membeli BBM dengan jerigen. Warga Karawang, misalnya. Warga Karawang terlihat berbondong-bondong ke  SPBU dengan membawa jerigen. Mereka mengaku bukanlah penimbun BBM yang nantinya akan dijual lagi dengan harga yang jauh lebih mahal. Sebagian besar mereka mengatakan bahwa mereka terpaksa membeli BBM dalam jumlah banyak untuk dijadikan stok karena mereka enggan mengantri BBM di kemudian hari.

Langkanya BBM ini mengharuskan pengendara sepeda motor hanya boleh mengisi tangki sepeda motornya sebanyak 10 ribu saja, tidak lebih.

3. SPBU Takut Naikan Harga Meski BBM Langka 2

Baca Juga :

Upaya Pemerintah Mengantisipasi adanya Kelangkaan BBM Menjelang Lebaran

Tetap Berinvestasi Meski Harga BBM Naik

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *