Revisi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Dan Fluktuasi Nilai Inflasi Pasca Kenaikan Harga BBM

Artikel Ekonomi, Teropong Ekonomi
Revisi-Pertumbuhan-ekonomi-nasional-dan-fluktuasi-nilai-inflasi-pasca-kenaikan-harga-BBM-1

Revisi-Pertumbuhan-ekonomi-nasional-dan-fluktuasi-nilai-inflasi-pasca-kenaikan-harga-BBM-2

Perekonomian dalam negeri seperti sedikit mengalami goncangan setelah kenaikan harga BBM, kondisi perekonomian global juga secara signifikan memberi pengaruh pada perekonomian nasional sehingga pihak Bank Indonesia akhirnya mengeluarkan revisi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 ini. Pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowadojo yang menyebutkan bahwa BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini akan berkisar antara 5,8 hingga 6,2 persen. Pada APBNP tahun 2013 disepakati bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada 6,3 persen.

Tiga Kali Revisi bank Indonesia Terkait Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pihak Bank Indonesia terlihat berusaha untuk rasional dengan telah dilakukannya tiga kali revisi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2013 ini. Pada awal tahun 2013 tepatnya pada bulan Februari, Bank Indonesia mengeluarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 6,2 hingga 6,8 persen. Prediksi tersebut kemudian direvisi pada bulan April setelah melihat perkembangan dan situasi ekonomi nasional. Revisi dengan penurunan perkiraan pertumbuhan pada rentang 6,2 persen hingga 6,6 persen dan kemudian kembali direvisi pada bulan Juli ini. Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang terus menurun tersebut terkait dengan  indikator dini konsumsi serta tingkat investasi yang juga terus menurun.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga mengeluarkan revisi ke bawah untuk rentang perkiraan inflasi pada tahun 2013 ini dengan proyeksi semula pada 4,5 persen dengan rentang kenaikan dan penurunan 1 persen. Kondisi ekonomi nasional terkait dengan inflasi sangat dipengaruhi oleh keputusan menaikkan harga BBM, Agus Martowardojo juga menyatakan bahwa kisaran inflasi setelah kenaikan harga BBM berada pada 7,8 hingga 7,2 persen. Dengan koordinasi dan pengawasan yang optimal maka inflasi dapat ditekan pada angka 7,2 persen. Keputusan menaikkan harga BBM oleh pemerintah memberi pengaruh yang sangat besar pada kenaikan harga dan penurunan daya beli masyarakat. Sementara itu, bank Dunia juga mengeluarkan revisi terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,9 persen.

Revisi-Pertumbuhan-ekonomi-nasional-dan-fluktuasi-nilai-inflasi-pasca-kenaikan-harga-BBM-3

Prediksi Inflasi Tahun 2013

Koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah serta Bank Indonesia memberi peluang untuk menekan nilai inflasi pada kisaran minimal dari angka yang telah diperkirakan. Dengan dibentuknya Tim Pengendali Inflasi dan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Bank Indonesia melalui gubernurnya menyatakan optimisme bahwa nilai inflasi masih dapat dipertahankan pada nilai minimal 7,2 persen dengan koordinasi yang baik. Inflasi bulanan pada bulan Juli ini diperkirakan berada pada angka 2,38 persen terkait dengan kenaikan harga BBM serta hari raya Lebaran. Sedangkan pada akhir agustus diperkirakan pada 0,93 persen dan akan turun di bulan September pada angka 0,1 persen. Gubernur Bank Indonesia menyatakan respon positif mengenai angka inflasi pada bulan Juni lalu yang berada pada kisaran 1,03 persen.

Be Sociable, Share!

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *