Teropong Bisnis | Homepage
Pro dan Kontra Iuran OJK

Pro dan Kontra Iuran OJK

0 Comments 🕔21.Feb 2014

Saat ini OJK atau Otoritas Jasa Keuangan menetapkan adanya iuran untuk industri jasa keuangan. Iuran ini termasuk ditetapkan untuk perbankan. Aturan iuaran ini disambut oleh PT. Bank Tabungan Negara Tbk. Pihaknya bakal mematuhi iuran yang ditetapkan oleh OJK tersebut.

Secara spesifik, Maryono selaku Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN menjelaskan bahwa iuran OJK yang sebesar 0.3% akan dipatuhi. Tentu saja, aturan tersebut sudah dipertimbangkan dengan baik termasuk meminta pendapat dari beberapa bank skala kecil maupun besar.

Salah satu usulan yang diberikan oleh Maryono adalah diharapkan iuran OJK tersebut tidak hanya digunakan untuk pembiayaan operasional OJK saja. Menurutnya, akan lebih baik lagi jika hasil dari iuran tersebut nantinya juga digunakan sebagai dana pembinaan perbankan khususnya untuk meningkatkan profesionalisme.

Bahkan, jika memungkinkan iuran tersebut juga bisa digunakan untuk perlindungan konsumen. Intinya, semua pihak termasuk konsumen akan merasakan dampak positif dari iuran yang ditarik oleh OJK tersebut. BTN sendiri memang sudah memasukkan iuran OJK ini pada rencana bisnis bank atau RBB. Biaya iuran tersebut akan dimasukkan dalam biaya operasional perseoran.

Biaya ini sendiri sebenarnya juga sudah termasuk dalam penetapan suku bunga yang didalamnya ada biaya overhead dan cost of fund. Yang jelas dan perlu digaris bawahi adalah pihak BTN tidak membebankan iuran tersebut hanya semata-mata ke nasabah.

ojk, aturan ojk, iuran dana, ekonomi, lembaga keuangan

Iuran ini sendiri memang sudah dipastikan namun baru akan dijalankan per 1 Maret 2014. Untuk besar iuran tersebut bervariasi mulai dari 0.03% hingga 0.06% dari total aset yang dimiliki oleh perseroan atau bank. Menurut OJK sendiri, iuran tersebut sudah dipastikan akan dijalankan pada tanggal 1 Maret 2014. Hal ini diamini oleh Muliaman Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK.

Bahkan, aturan iuran OJK tersebut ditandatangani oleh Presiden minggu lalu. Karena sudah disahkan oleh presiden maka aturan ini akan resmi menjadi Peraturan Pemerintah atau PP. Nurhaida selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengungkapkan bahwa aturan iuran ini nantinya tidak akan dipungut setiap bulan.

Iuran ini adalah iuran triwulan dan akan ditarik pada triwulan pertama. Terkait dengan jumlah iuran, Nurhaida menyatakan bahwa besarannya akan tetap sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh lembaganya. Di tahun 2014 ini besaran iuran OJK yang diberlakukan adalah 0.03%. Nantinya, iuran tersebut akan mengalami kenaikan tepatnya tahun depan dengan besaran 0.04%.

Hal berbeda diungkapkan oleh Dirut BNI, Gatot M Suwondo. Menurutnya, pungutan iuran OJK tersebut dirasa kurang sesuai. Pendapat ini terkait dengan  fungsi OJK sendiri yang merupakan auditor bagi lembaga keuangan termasuk perbankan.

Dirinya menyamakan dengan proses audit berbayar. Harusnya, iuran tersebut digunakan oleh OJK sebagai jaminan perkembangan industri perbankan itu sendiri.

 ojk, aturan ojk, iuran dana, ekonomi, lembaga keuangan

BACA JUGA:

Negara Penguasa Bank Termahal Di ASEAN

Harga Emas Naik, Tanda Kebangkitan Komoditas Safe Haven?

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *