Teropong Bisnis | Homepage
Perdamaian BRI Dan Mitra Supra Batal, Pailit Pun Datang

Perdamaian BRI Dan Mitra Supra Batal, Pailit Pun Datang

0 Comments 🕔05.Feb 2014

Dunia perbankan Indonesia sempat diguncang beberapa berita menyesakkan akhir tahun lalu. Selain nilai tukar Rupiah yang terus menurun, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan juga menjadi alasannya. Mau tidak mau, banyak bank juga menaikkan bunga kredit untuk tahun berikutnya.

Dampak masalah yang terjadi akhir tahun lalu belum tuntas sepenuhnya sampai awal tahun ini. Dan banyak pihak yang terkena dampak masalah ini. Tetapi, belum selesai sampai disitu, kini ada berita dari dunia perbankan yang muncul, yaitu konflik antara PT. Mitra Supra dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Pada hari Senin 3 Februari 2014, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan pembatalan perjanjian perdamaian antara kedua perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan karena Mitra Supra tidak dapat memenuhi janjinya untuk melunasi utang. Utang yang dimiliki Mitra Supra kepada BRI sebesar Rp. 96,6 miliar.

Keputusan ini diambil oleh PN Niaga Jakarta Pusat pada siding yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Nawawi Promolango. Hal ini berdasarkan perjanjian perdamaian tertanggal 15 Juli 2013 yang juga disahkan oleh putusan PN Niaga Jakarta Pusat.

Nawawi mengatakan, dengan adanya putusan ini, maka Mitra Supra dinyatakan pailit. Majelis juga menunjuk hakim Akhmad Rosidin dan Albert Jen Harris Marbun untuk menangani proses selanjutnya. Hakim Akhmad Rosidin akan bertugas sebagai hakim pengawas pailit. Sedangkan, Albert Jen Harris Marbun menjadi curator selama proses kepailitan.

Menurut Investor Mitra Supra, Purbo Kuncoro Direktur PT Perdana Sawit Sukses, keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik. Dia berpendapat bila Mitra Supra tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka tidak baik bila dipaksakan.

BRI, mitra supra, pailit, ekonomi, bisnis

Purbo mengatakan saat ini pihaknya tidak dapat menutupi utang Mitra Supra. Hal ini juga disebabkan belum ada yang tertarik pada asset perusahaan ini yang bernilai Rp. 40 miliar saat dilelang.

Menurut kuasa hukum BRI Swandy Halim, sebenarnya, BRI ingin masalah ini berakhir damai. Tetapi, karena Mitra Supra tidak dapat memenuhi perjanjian yang disepakati, maka terpaksa harus berakhir seperti ini.

Masalah ini berawal saat BRI memberikan pinjaman pada 2006. Pinjaman yang diberikan berupa kredit investasi dengan nilai Rp. 59,8 miliar. Setelah itu, fasilitas kredit yang kedua juga diberikan. Untuk yang kedua, pinjaman yang diberikan berupa kredit investasi interest during construction sebesar Rp. 2 miliar.

Pinjaman yang diberikan BRI ini juga ada pada akta perjanjian yang sudah dibuat. Akta tersebut adalah akta perjanjian kredit nomor 14 tertanggal 27 Februari 2006 jo adendum perjanjian kredit investasi 7 November 2006 jo akta adendum II perjanjian kredit investasi 21 April 2008.

Tetapi, debitor tidak dapat memenuhi kewajibannya seperti dalam akta perjanjian tersebut. Lalu, BRI mengirimkan surat peringatan sebanyak 3 kali dan tidak direspon seperti seharusnya oleh Mitra Supra. Akhirnya, langkah diatas diambil BRI untuk menyelesaikan masalah ini.

BRI, mitra supra, pailit, ekonomi, bisnis

BACA JUGA:

Intip Harga Emas Setelah Imlek

Kado Spesial Facebook Bagi Invesor Di Hari Jadi Yang Ke-10

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *