Teropong Bisnis | Homepage
Pajak Barang Mewah untuk Para Ibu-Ibu dan Sosialita

Pajak Barang Mewah untuk Para Ibu-Ibu dan Sosialita

0 Comments 🕔20.Jan 2015

Pajak merupakan salah satu sumber devisa terbesar Pemerintah Indonesia. Hal ini juga yang menjadi dasar rencana Pemerintah untuk menambah daftar obyek terkena pajak di Pajak Penjualan atas barang Mewah (PPnBM). Obyek baru yang akan dimasukkan Pemerintah adalah perhiasan. Artinya, bila Anda memilik perhiasan, maka Anda akan terkena PPnBM.

Salah satu alasan Pemerintah memasukkan perhiasan dalam pajak barang mewah ini bukan hanya untuk menambah pemasukkan. Namun, hal ini juga berkaca pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015. Dalam rencana anggaran ini, target penerimaan pajak yang sebelumnya sebesar Rp. 1.380 triliun berubah dan meningkat.

Terjadi peningkatan target penerimaan sebesar Rp. 110 triliun. Jadi, untuk tahun 2015 ini, target penerimaan pajak naik menjadi Rp. 1.490 triliun.

Naiknya target penerimaan pajak ini juga dipengaruhi oleh asumsi menurunnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penyebab adanya penurunan PNBP ini antara lain adalah adanya perubahan asumsi untuk harga minyak Indonesia (ICP). Sebelumnya, ICP mencapai 105 Dollar AS per barrel. Namun, karena adanya perubahan ini, maka harga ICP hanya 70 Dollar AS per barrel.

Perubahan diatas membuat target PNBP juga menurun. Pemerinah bahkan menurunkan target PNBP hingga Rp. 130 triliun menjadi Rp. 224,3 triliun untuk APBN 2015. Karena hal ini, maka Pemerintah ingin memaksimalkan pemasukkan dari sumber lain, dalam hal ini adalah pajak barang mewah.

Rencana memasukkan perhiasan dalam daftar obyek yang terkena pajak barang mewah ini juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro. Menurutnya, bukan hanya perhiasan yang akan dikenai pajak ini, tetapi semua jenis barang mewah.

Bambang juga mengungkapkan nilai pajak barang mewah ini akan naik. Namun, dia tidak mengungkapkan berapa kenaikkan pajak jenis ini.

Salah satu alasan Pemerintah menaikkan besar pajak barang mewah ini karena hingga saat ini, wajib pajak masih tidak disiplin dalam menjalankan kewajibannya. Bambang mengungkapkan dirinya pernah melihat profil wajib pajak di salah satu kawasan di Jakarta. Hasilnya sangat tidak sesuai dengan target penerimaan pajak di daerah tersebut. Atau dapat dikatakan, banyak wajib pajak yang tidak membayar pajak yang menjadi kewajiban mereka.

Pengamat pajak, Yustinus Prastowo mendukung penuh rencana Pemerintah ini. Namun, Pemerintah harus menentukan secara detail mengenai jenis perhiasan yang akan dikenai pajak. Hal ini perlu dilakukan agar pemasukkan dari pajak benar-benar dapat dioptimalkan.

Selain itu, PPnBM dipandang sebagai salah satu sumber pemasukkan dari pajak yang tidak terlalu efektif. Padahal, PPnBM ini dapat digunakan untuk melihat besar penghasilan wajib pajak. Dengan mengetahui hal ini, maka Pemerintah dapat mengetahui daya beli masyarakat Indonesia. Informasi ini akan sangat berguna untuk perkembangan dunia usaha dan perekonomian Indonesia.

Apapun itu, pajak barang mewah akan benar-benar diaplikasikan tahun ini. Jadi, untuk Anda yang mempunyai barang yang masuk dalam daftar PPnBM, Anda harus bersiap untuk memenuhi kewajiban Anda.

3. Pajak Barang Mewah untuk Para Ibu-Ibu dan Sosialita 2

Baca Juga :

Rencana Pajak Hiburan Naik, Pengusaha Hiburan Malam Kalang Kabut

Aturan Pembayaran Pajak Untuk Investor Forex Trading

Similar Articles

Bahaya Mafia Pajak Serta Cara Mengatasinya

Bahaya Mafia Pajak Serta Cara Mengatasinya 0

Beberapa waktu lalu Panama Papers mengungkapkan mengenai praktik gelap yang dilakukan oleh perusahaan siluman sebagai mafia

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *