Teropong Bisnis | Homepage
Rekor Terburuk Indeks S&P 500 Tercatat!

Rekor Terburuk Indeks S&P 500 Tercatat!

0 Comments 🕔03.Aug 2014

Bursa saham Amerika Serikat (AS) terguncang pada pekan ini. Indeks Standard & Poor 500 mengalami pelemahan sebesar 0,3 persen. Kini, Indeks S&P 500 berada pada level 1.925,15, tercatat pada pukul 04:00 waktu New York. Pelamahan ini menjadi pelemahan mingguan terburuk sejak Juni 2012 dan menimbulkan kerugian hingga 2,7 persen.

Indeks Dow Jone Industrial Average juga mengalami pelemahan. Indeks Dow Jones turun 69,93 poin atau 0,4 persen dan berada di level 16.493,37. Tercatat, ada 7,3 miliar saham yang terlibat dalam transaksi ini atau 27 persen lebih besar dari rata-rata per tiga bulan.

Salah satu penyebab masalah pada bursa saham AS ini adalah Portugal dan Argentina. Matt McCormick, Manajer Dana Bahl & Gayner Inc. melalui Bloomberg menyatakan, masalah bank Portugal dan Argentina membuat para investor ragu untuk berinvestasi. Ditambah lagi, adanya masalah di Timur Tengah yang kian parah, membuat banyak investor ingin menghindari resiko yang mungkin mereka hadapi.

McCormick mengatakan masalah geopolitik ini sebenarnya tidak menimbulkan dampak yang berarti pada bursa saham AS. Tetapi, kini, banyak investor yang mulai menggunakan faktor ini untuk mempertimbangkan investasi di bursa saham AS.

Beberapa saham yang mengalami perubahan adalah saham JP Morgan Chase & Co dan Morgan Stanley, serta saham LinkedIn Corp (LNKD). Saham JP Morgan Chase & Co dan Morgan Stanley mengalami pelemahan sebesar 2,1 persen. Hal ini dikarenakan adanya masalah default kredit swap di Argentina yang mencapai US$ 1 miliar.

Di lain sisi, saham LinkedIn Corp (LNKD) mengalami kenaikan sebesar 12 persen. Hal ini dikarenakan adanya proyeksi pendapatan yang lebih baik dari prediksi analis.

Penurunan nilai Indeks S&P 500 juga dipicul oleh laporan keuangan perusahaan-perusahan besar yang tidak memenuhi ekspetasi banyak pihak. Laporan dari perusahaan-peruashaan seperti, Exxon Mobil Corp, Samsung Electronics Co cukup mengecewakan investor. Selain itu, adanya bank Argentina yang gagal juga menjadi penyebabnya.

Saham Banco Espirito Santo juga melemah 50 persen, setelah gagal melakukan pembayaran utang. Argentina yang tidak dapat membayar bunga obligasi juga menjadi penyebab terjadinya masalah kredit default yang mencapai US$ 1miliar. Menurut International Swaps & Derivatives Association, Argentina menjadi yang pertama mengalami masalah ini sejak krisis Yunani pada tahun 2012 yang lalu.

Penyebab lainnya adalah Bank Sentral AS, Federal Reserve yang berencana mempertahankan suku bunga rendah. Pemerintah AS juga gagal memenuhi ekspetasi ekonom dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. Pemerintah AS hanya berhasil menyediakan 200 ribu lapangan pekerjaan, lebih rendah dari perkiraan yaitu 230 ribu. Periode yang digunakan untuk hal ini juga cukup lama, yaitu 6 bulan, yang menjadi periode paling lama sejak 1997.

Hingga saat ini, Indeks saham S&P 500 terkoreksi sebesas 10 persen sejak 2011, meskipun awal tahun ini naik 4,2 persen. Nilai Indeks S&P 500 mencapai 1.987,98 atau turun 3,2 persen pada 24 Juli lalu.

indeks, info saham, saham, ekonomi, nilai saham

BACA JUGA:

Posisi Indeks Harga Saham Gabungan Setelah Jokowi Terpilih Menjadi Presiden

Bursa Asia Menguat Tipis Menjelang Pengumuman The Fed

Similar Articles

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar 0

Beberapa waktu yang lalu Eropa dikejutkan dengan adanya serangan bom di Brussel, Belgia. Serangan di

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan super besar. Hal ini memang

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi terbaik yang dapat Anda pilih. Hal ini memang benar adanya, karena

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat 0

Penurunan pasar saham global memberikan dampak cukup signifikan terhadap harga emas. Pada perdagangan hari Selasa atau

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi 0

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan saat ini masih dalam tren yang positif. Hari ini Indeks

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *