Teropong Bisnis | Homepage
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Semakin Terpuruk

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Semakin Terpuruk

0 Comments 🕔27.Jun 2014

Kabar buruk datang dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pasalnya, pada perdagangan hingga 25 Juni 2014 kemarin, nilai tukar rupiah semakin terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat. Level keterpurukan rupiah sangat tajam bahkan menyentuh angka Rp. 12.027.

Dikhawatirkan, jika kondisi terus seperti ini maka nilai tukar rupiah akan mencapai Rp. 13.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak termasuk pengamat valas. Salah satu pengamat valas, Farial Anwar mengatakan bahwa nilai tukar rupiah bisa saja menembus angka Rp. 13.000 per dolar Amerika Serikat jika Bank Indonesia dan pemerintah tidak mengambil tindakan untuk mengendalikan kurs rupiah.

Menurutnya, pihak Bank Indonesia dan pemerintah harus mengintervensi kurs rupiah agar nilainya terkendali. Kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ini tidak boleh dianggap remeh. Jika khawatiran tersebut terbukti, perekonomian di Indonesia akan terancam.

Saat nilai tukar rupiah mencapai Rp. 13.000 itu artinya pemerintah dan Bank Indonesia gagal untuk mempertahankan rupiah dari fundamental dan level psikologisnya. Pengaruh paling buruknya adalah ekonomi Indonesia akan kacau balau.

Bentuk kacau balau tersebut termasuk mahalnya harga barang impor, membengkaknya utang valas, dan terdapat potensi peningkatan kredit macet perbankan. Imbas lain dari terpuruknya nilai tukar rupiah adalah terjadinya pembengkakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Jika dolar semakin mahal, tidak mustahil akan menyerang anggaran subsidi negara. Jika hal ini tidak cepat diatasi dan semakin menjadi maka dampaknya akan berimbas pada laju inflasi. Ujungnya, rakyat akan menjadi korban dari keterpurukan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tersebut.

Parahnya lagi, utang pemerintah terhadap luar negeri juga akan semakin membengkak. Farial memberikan saran agar Bank Indonesia dan pemerintah segera melakukan koordinasi. Diharapkan dengan koordinasi tersebut baik Bank Indonesia maupun pemerintah mampu melakukankan sinkronisasi kebijakan.

Salah satunya adalah Bank Indonesia harus melakukan perbauran kebijakan moneter. Dalam kondisi semacam ini, Bank Indonesia justru tidak boleh mengandalkan cadangan devisa. Lebih lanjut lagi, Bank Indonesia juga harus segeral merealisasikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011. Undang-Undang tersebut berisi mengenai kebijakan dan aturan mata uang.

Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam. Menurut Farial, Pemerintah seharusnya segera mengeluarkan insentif repatriasi. Insetif repatriasi berfungsi sebagai pelindung agar tidak ada aliran dolar yang keluar negeri.

Aksi lain yang harusnya dilakukan oleh Pemerintah adalah dengan menyimpan devisa khususnya hasil dari ekspor ke Singapura. Intinya, kedua belah pihak harus menggunakan dan merealisasikan kebijakan yang tepat agar hasilnya maksimal bagi perbaikan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini. Minimal dengan kebijakan yang tepat nilai tukar rupiah tidak sampai puncak keterpurukan yaitu Rp. 13.000 per dolar Amerika Serikat.

2.Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Semakin Terpuruk2

BACA JUGA:

Harapan Pengusaha untuk Presiden Baru, Tidak Ada Kebijakan Mendadak

Indeks Harga Saham Gabungan Terkait Kondisi Global

Similar Articles

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar 0

Beberapa waktu yang lalu Eropa dikejutkan dengan adanya serangan bom di Brussel, Belgia. Serangan di

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan super besar. Hal ini memang

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi terbaik yang dapat Anda pilih. Hal ini memang benar adanya, karena

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat 0

Penurunan pasar saham global memberikan dampak cukup signifikan terhadap harga emas. Pada perdagangan hari Selasa atau

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi 0

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan saat ini masih dalam tren yang positif. Hari ini Indeks

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *