Teropong Bisnis | Homepage
BI Rate, Si Biang Kerok Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

BI Rate, Si Biang Kerok Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

🕔14.Nov 2013

Nilai tukar Rupiah beberapa pekan ini cenderung dalam keadaan melemah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Membaiknya perekonomian AS ini membawa sentimen positif dari pelaku pasar yang menyebabkan dolar menguat. Imbasnya, Rupiah terpengaruh dan nilainya semakin jatuh dari hari ke hari.

Selain karena membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS) setelah beberapa waktu yang lalu sempat melemah karena masalah di pemerintahan negara adidaya ini, ada juga banyak penyebab lainnya.

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ini bertambah buruk dengan adanya sentimen kenaikan BI Rate. Hal ini menyebabkan pengusaha ragu dalam mengambil pinjaman untuk memulai usaha mereka. Selain itu, isutapering stimulus dari Bank Sentral AS, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nilai Rupiah semakin melemah.

Menurut catatan dari Bloomberg, Rupiah terdeteksi melemah 56 poin dalam perdagangan non-delivery forward (NDF). Sebelumnya nilai tukar Rupiah berada di level Rp. 11.605 per USD dan setelah penurunan ini, menjadi Rp. 11.661 per USD.

Yahoofinance juga mencatat adanya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp. 11.595 per USD.

Menurut Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas, setidaknya ada 2 hal yang membuat nilai tukar Rupiah semakin jatuh dan lemah. 2 hal tersebut adalah isu tapering dan neraca pembayaran yang ternyata jauh lebih buruk dari prediksi. Dan hal ini menjadi jauh lebih buruk, karena kedua hal ini datang secara bersamaan.

Bank Indonesia (BI) juga menyatakan tentang hal diatas. Menurut pernyataan mereka, neraca berjalan adalah bagian dari neraca pembayaran. Dan, didalamnya juga termasuk neraca perdagangan yang mempunyai nilai mencapai USD 8,4 bulan.

Bila dibandingkan dengan nilai defisit pada kuartal sebelumnya, nilai diatas ternyata jauh lebih baik. Tetapi, menurut BI nilai tersebut jauh lebih buruk dari harapan yang disampaikan oleh BI sebelumnya.

Samuel menyampaikan bahwa hari tersebut pasar lokal akan menunggu nilai neraca pembayaran yang akan keluar. Bila data yang mereka terima lebih buruk, dan memang saat data tersebut keluar nilainya lebih buruk dari yang merek harapkan, maka hal tersebut akan mempengaruhi nilai tukar Rupiah. Hasilnya, terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah dan IHSG.

Ternyata pelemahan ini tidak hanya terjadi di IHSG. Banyak bursa saham di pasar Asia juga ditutup melemah seiring dengan melemahnya nilai tukar mata uang masing-masing terhadap dolar AS yang semakin menguat beberapa pekan ini.

Tercatat pula bahwa nilai tukar Rupiah NDF naik tajam ke angka Rp. 11.635 pada penutupan kemarin. Dan, dengan melebarnya selisih antara nilai tukar Rupiah Jisdor BI dan NDF, hal ini akan menurunkan likuiditas dolar di pasar saham.

Similar Articles

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar 0

Beberapa waktu yang lalu Eropa dikejutkan dengan adanya serangan bom di Brussel, Belgia. Serangan di

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan super besar. Hal ini memang

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi terbaik yang dapat Anda pilih. Hal ini memang benar adanya, karena

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat 0

Penurunan pasar saham global memberikan dampak cukup signifikan terhadap harga emas. Pada perdagangan hari Selasa atau

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi

Hari Ini IHSG Tembus 4400 Berkat Dorongan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi 0

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan saat ini masih dalam tren yang positif. Hari ini Indeks